Hal itu menyebabkan dalam dua pekan ini masih terjadi potensi hujan di beberapa wilayah, bahkan dalam beberapa hari ke depan.
Beberapa faktor dinamika atmosfer tersebut antara lain adanya aktivitas gelombang Kelvin dan rossby ekuator di sekitar wilayah Indonesia, yang bisa meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan.
Kemudian, terjadinya pola belokan dan perlambatan angin di sekitar wilayah Indonesia bagian utara, yang dipicu oleh adanya pola sirkulasi di sekitar Laut Cina Selatan dan Utara Sulawesi. Kondisi ini dapat turut memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan.
Karena itu, meski 60% wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau, pihaknya tetap mengimbau agar waspada terhadap potensi hujan lebat durasi singkat yang disertai petir dan angin kencang. ***(KKT)
Artikel Terkait
5 resep minuman dingin menyegarkan di musim kemarau, simpel, anti ribet, dan anti gagal
Tetap tampil segar bergaya dengan lima tren fesyen musim panas 2023, dijamin modis anti gerah
Puncak musim kemarau 2023 terjadi bulan Juli-Agustus, waspadai munculnya beragam penyakit berikut ini
Fenomena El Nino memperparah puncak musim kemarau 2023, ancaman kekeringan semakin serius
Musim kemarau bisa berdampak kulit wajah kering, cari tahu cara pencegahannya di sini
Wisata ziarah di Masjid al-Namirah Arafah hanya dibuka pada musim ibadah haji
5 negara di Eropa yang menyenangkan dikunjungi pada musim panas, cocok buat liburan panjang
Apa itu Frostbite yang bisa mengancam kesehatan tubuh saat cuaca dingin ekstrem di musim kemarau?