Menteri Yaqut menegaskan agar jemaah haji yang benar-benar mungkin saja yang boleh lontar jumrah sendiri dan tawaf ifadah.
"Jemaah yang secara fisik tidak memungkinkan, saya minta lontar jumrahnya dibadalkan," tegas Menag.
Menag Yaqut menjelaskan, skenario badal adalah membadalkan jemaah yang tidak mampu. Dan, meminta PPIH untuk segera mengidentifikasi jemaah yang harus dibadalkan.
Menag Yaqut mengatakan, badal lempar jumrah itu sah secara Fikih dan tidak dipungut biaya. Sehingga, jemaah tidak perlu khawatir.
"Tidak ada pungutan apapun atas badal lontar jumrah. Jemaah yang wafat dibadalhajikan oleh petugas juga tanpa dipungut biaya," katanya.
Konsultan ibadah Daerah Kerja Mekkah, Imam Khoiri menambahkan, bahwa badal lontar jumrah akan diberlakukan bagi jemaah haji peserta safari wukuf.
Menurutnya, ada lebih 200 jemaah yang disafariwukufkan. Mereka semua akan dibadalkan lontar jumrahnya. Baik lontar jumrah aqabah maupun lontar jumrah pada hari-hari Tasyrik. ***(KKT)
Artikel Terkait
Tok ! DPR Sepakat Rincian Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji 2023: Jemaah Reguler Akan Bayar Rp49,8 Juta
Menteri Agama : Biaya Haji 2023, Rerata Bipih Jemaah 49,8 Juta, Lunas Tunda 2020 Tidak Perlu Nambah
Kamu Harus Tau! Umrah di Bulan Ramadhan Seperti Melaksanakan Ibadah Haji
Hari ini Selasa 27 Juni 2023, jemaah haji lakukan wukuf di Padang Arafah
PPIH Arab Saudi 2023 berangkatkan jemaah haji lansia dan penyandang disabilitas ke Padang Arafah
Wisata ziarah di Masjid al-Namirah Arafah hanya dibuka pada musim ibadah haji
Jemaah Haji Indonesia melakukan wukuf di Padang Arafah, 359 jemaah dibadalhajikan