Dengan melibatkan UMKM, diharapkan akan tercipta lebih banyak lapangan kerja tidak hanya di Labuan Bajo, tetapi juga di seluruh wilayah Flores dan Nusa Tenggara Timur (NTT) secara keseluruhan.
Baca Juga: Monarki Absolut dan Monarki Konstitusional, Apa Perbedaanya?
"Marilah kita bersama-sama membangun Labuan Bajo sebagai upaya untuk menciptakan 4,4 juta lapangan kerja pada tahun 2024," ujar Menparekraf Sandiaga.
Dalam kunjungannya, Menparekraf Sandiaga juga mengadakan diskusi sambil makan malam bersama para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Labuan Bajo.
Diskusi ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pelaku kuliner, pengrajin anyaman, hingga pengelola pusat penyelaman, dengan tujuan untuk mendengarkan aspirasi mereka yang mungkin belum terungkap sebelumnya.
Baca Juga: Junk Food vs Fast Food: Apa Perbedaanya dan Dampak Bagi Kesehatan?
Menparekraf Sandiaga dalam kesempatan tersebut didampingi oleh Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ni Wayan Giri Adnyani, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenparekraf/Baparekraf Vinsensius Jemadu, Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf/Baparekraf I Gusti Ayu Dewi Hendriyani, Direktur Wisata Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran Kemenparekraf/Baparekraf, Masruroh, Direktur Event Nasional dan Internasional Kemenparekraf/Baparekraf, Dessy Ruhati, Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi, dan Direktur Utama BPOLBF, Shana Fatina.
Dengan melibatkan berbagai pihak dan mendengarkan aspirasi dari para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif, pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat sektor pariwisata di Labuan Bajo.
Harapannya adalah agar Labuan Bajo dapat menjadi destinasi pariwisata yang berkelanjutan, memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat lokal, dan menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak.
Baca Juga: AC Milan vs Lazio: Duel Habis-habisan untuk Mengamankan Tempat di Zona Liga Champions
Dengan sinergi antara pemerintah, investor, UMKM, dan masyarakat, Labuan Bajo diharapkan dapat tumbuh dan berkembang sebagai destinasi pariwisata yang unggul, mempertahankan keindahannya, serta memberikan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi seluruh komunitas di sekitarnya.*** (FA)
Penulis : Fisqiyyah Awawin
Artikel Terkait
Sandiaga Uno Tingkatkan Kolaborasi untuk Pemasaran Pariwisata Nusantara yang Berkualitas dan Berkelanjutan
Menteri Sandiaga Uno dan Presiden PKS Melihat Langsung Kreativitas Petani Milenial di Karawang
Menparekraf Sandiaga Uno: Tidak Ada Larangan Buka Puasa Bersama bagi Masyarakat Umum di Bulan Ramadan
Menparekraf Sandiaga Uno Jajal Wisata Arung Jeram di Desa Wisata Selamanik, Ciamis
Menparekraf Sandiaga Uno: JakCloth Lebaran 2023 Akan Membangkitkan Ekonomi Pasca Pandemi
Sandiaga Uno: Mendorong Kebangkitan Ekonomi Desa Wisata Cibeusi Melalui Atraksi Budaya dan Keindahan Alam
Album 'Jernih' Menggaungkan Nilai Entrepreneur Qurani Melalui Musik, Menparekraf Sandiaga Uno Beri Apresiasi
Sandiaga Uno: Inklusi Keuangan Desa Wisata adalah Kunci Pemulihan Pariwisata yang Kuat
Sandiaga Uno Dorong Pelaku UMKM Untuk Menguasai Digital Marketing dan TikTok Demi Meningkatkan Perekonomian
Menparekraf Sandiaga Uno Berharap Solo Menari 2023 Memperkuat Diferensiasi Kota Solo sebagai Pusat Seni Budaya