WartaPesona.com – Malam lailatul qadar adalah malam yang mulia. Malam keindahan ibadah seperti 1000 bulan. Karenanya, banyak orang yang berbondong-bondong mencari malam tersebut.
Allah SWT merahasiakan malam tersebut tanpa ada kepastian khusus, dan karenanya tidak ada cara untuk mengetahuinya terlebih dahulu, tetapi umat Islam harus tertarik untuk menyelidikinya yaitu pada sepuluh hari Ramadhan yang akhir, Nabi, saw, memerintahkan siapa pun yang mencarinya untuk mencarinya dalam sepuluh hari terakhir Ramadhan.
Kita bisa yakin bahwa Lailatul Qadar berada di sepuluh hari terakhir Ramadhan, seperti yang ditunjukkan oleh banyak hadits, dan ini berarti bahwa Kelalaian dalam sepuluh hari ini merupakan kerugian yang nyata bagi seorang muslim.
Baca Juga: Resep Sukses Michael dan Budi Hartono Pengusaha Djarum Group
Dengan keasyikan dalam sepuluh hari ini pada urusan duniawi seperti berbelanja dan lainnya dapat membuat seseorang kehilangan banyak kebaikan yang bisa diperolehnya.
Itulah sebabnya Rasulullah melakukan I'tikaf selama sepuluh malam terakhir, untuk mengabdikan dirinya sepenuhnya untuk mendapatkan karunia ini selama ini.
Lailatul Qadar mungkin berada disepuluh hari sisa Ramadhan, jadi berhati-hatilah dengan sepuluh hari ini, jadi jangan teralihkan oleh urusan dunia, dan rajinlah bermalam di dalamnya, karena hadits-hadits yang diriwayatkan dari Nabi saw termasuk :
Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi s.a.w., sabdanya: "Barangsiapa berdiri shalat dalam bulan Ramadhan karena didorong keimanan dan keinginan memperoleh keridhaan Allah, maka diampunkanlah untuknya dosa-dosanya yang terdahulu." (Muttafaq 'alaih)
Baca Juga: Pemeran Stranger Things, Millie Bobby Brown Dilaporkan Telah Bertunangan Dengan Anak Bon Jovi!
Dari Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma bahwasanya beberapa orang lelaki dari para sahabat Nabi s.a.w. diberitahu dalam impian mengenai tibanya lailatul qadar yaitu dalam tujuh yang terakhir -yang dimaksudkan ialah antara malam ke 22 sampai malam ke 28-. Rasulullah s.a.w. lalu bersabda: "Saya melihat impian-impianmu semua itu cocok yaitu pada tujuh yang terakhir.
Maka barangsiapa hendak mencari lailatul qadar itu, hendaklah mencarinya pada tujuh yang terakhir itu juga." (Muttafaq 'alaih)
Dari Aisyah radhiallahu 'anha, katanya: "Rasulullah s.a.w. itu beri'tikaf dalam sepuluh hari yang terakhir dari bulan Ramadhan dan beliau s.a.w. bersabda: "Carilah lailatul qadar itu dalam sepuluh -hari- yang terakhir -yakni antara malam ke 21 sampai malam ke 30- dari bulan Ramadhan." (Muttafaq 'alaih)
Dari Aisyah radhillahu 'anha bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Carilah lailatul qadar itu dalam malam ganjil dari sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan -yakni malam ke 21, 23, 25, 27 dan 29-. (Riwayat Bukhari)
Baca Juga: Bazaar Food Truck Istiqlal 2023: Dukungan Kemenparekraf untuk Wisata Kuliner dan Ekonomi Kreatif
Dari Aisyah radhiallahu 'anha, katanya: "Rasulullah s.a.w. itu apabila telah masuk sepuluh hari yang terakhir dari bulan Ramadhan, maka beliau menghidup-hidupkan malamnya -yakni melakukan ibadah pada malam harinya itu-, juga membangunkan istrinya, bersungguh-sungguh -dalam beribadah- dan mengeraskan ikat pinggangnya -maksudnya adalah sebagai kata kinayah menjauhi berkumpul dengan istri-istrinya-." (Muttafaq 'alaih)
Demikian penjelasan tentang Malam lailatul qadar. Semoga bermanfaat. *** (AC).
Artikel Terkait
Hikmah Ramadhan: Nama-nama Pintu Surga
Menjelajahi Keindahan Ibadah Selama Bulan Suci: Wisata Religi di Bulan Ramadhan
Hari Raya Idul Fitri Membawa Berkah: Peluang Usaha Hampers Menjelang Hari Raya Idul Fitri
Keunikan Idul Fitri: Tradisi dan Kebiasaan yang Biasa Dilakukan Saat Hari Raya Idul Fitri
Ibadah Bulan Ramadhan: Keistimewaan 10 Malam Terakhir Ramadhan