WartaPesona.com - Siang hari ini, Gunung Merapi meletus, sehingga objek wisata di sekitar lerengnya di Kabupaten Sleman, DIY, ditutup. Menurut Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, para wisatawan telah diarahkan untuk turun dan beberapa destinasi wisata juga telah ditutup.
Bambang menyebut bahwa objek wisata Kinahrejo, Kaliurang, Bunker Kaliadem, dan Bukit Turgo ditutup sementara waktu dan wisatawan diminta untuk menjauh, seperti dikutip dari Detikcom.
Selain itu, warga di daerah Turgo, Sleman, juga melakukan evakuasi secara mandiri, dan beberapa warga yang tinggal dekat dengan puncak Gunung Merapi juga sudah bersiap di depan rumah mereka.
Baca Juga: Nikmati Sensasi Pedas dan Manis dengan Black Komodo, Es Krim Terbaru dari Restoran Mai Cenggo!
Selain itu, jip lava tour Merapi saat ini telah berhenti beroperasi untuk sementara waktu. Ketua Asosiasi Jip Wisata Lereng Merapi, Dardiri, menyatakan bahwa jip sudah dihentikan total pada pukul 13.15 WIB.
Sebelumnya, BPPTKG melaporkan bahwa awan panas terjadi siang ini dan arah luncuran awan panas itu ke Kali Bebeng atau Krasak. BPPTKG belum dapat memastikan jarak luncuran awan panas tersebut. Masyarakat diimbau untuk menjauhi radius bahaya 7 kilometer dari puncak Gunung Merapi.
Sejarah Gunung Merapi
Gunung Merapi adalah salah satu gunung berapi yang paling aktif di Indonesia dan bahkan di dunia. Gunung ini sudah meletus sebanyak 68 kali sejak tahun 1548, dan beberapa di antaranya sangat mematikan.
Baca Juga: Menikmati Khasnya Jogja dengan Gudeg: Kuliner Legendaris dari Negeri Gajahmada, Ini Resepnya
Sejarah letusan Gunung Merapi diawali dengan letusan besar pada tahun 1006 Masehi, yang membentuk kaldera dengan diameter sekitar 7 kilometer, dikutip dari beberapa sumber.
Beberapa letusan besar lainnya terjadi pada tahun 1786, 1822, 1872, 1930, 1953, 1961, 1994, 2006, 2010, dan 2018 serta 2020. Letusan pada tahun 1930 adalah yang paling mematikan dalam sejarah, mengakibatkan lebih dari 1.300 orang tewas.
Selama abad ke-20, aktivitas Gunung Merapi cenderung meningkat. Letusan besar pada tahun 1961 mengakibatkan sekitar 1.200 orang tewas dan menghancurkan beberapa desa di sekitar gunung. Pada tahun 1994, letusan Merapi menewaskan 60 orang dan memaksa lebih dari 10.000 orang mengungsi.
Meskipun aktivitas Gunung Merapi dapat diprediksi dengan cukup akurat oleh para ahli, risiko letusan tetap tinggi dan harus diwaspadai oleh masyarakat di sekitar gunung. *** (SA)
Artikel Terkait
Nikmati Sensasi Pedas dan Manis dengan Black Komodo, Es Krim Terbaru dari Restoran Mai Cenggo!
Xiaomi 13: Alternatif Premium untuk Penggemar Android dengan Gaya Desain Apple
KUR BRI 2023 untuk Usaha Mikro dan Usaha Kecil: Solusi Pembiayaan Mudah UMKM dan Pariwisata. Ini Syaratnya
Bangun Kewirausahaan, Keluarga Besar Purna Adhyaksa Gelar Seminar Dengan Mengandeng Bank Mandiri Taspen
Atasi Dampak Inflasi Ramadhan, Pemprov Kalsel Siapkan Dua Strategi Ini
Disparbud Kabupaten Garut Ajak Influencer untuk Berkolaborasi Majukan Pariwisata dan UMKM
Pemprov Banten Bekali Wawasan dan Strategi Digital untuk 1000 Pelaku UMKM
Hotman Paris Melangkah ke Bisnis Supplier Elektronik Second Hand : Berprestasi Tiap Hari Itu Kebahagiaan Saya
Aktor Donnie Yen Mendapatkan Petisi dari Ribuan Orang Hongkong untuk Dikeluarkan dari Acara Piala Oscar 2023
Dr. N. Rusmiati Ketua Umum DPP ASITA : Peluang Besar Indonesia Menjadi Destinasi Pariwisata Medis yang Baru