Ia pun telah menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf melalui video yang dibagikan oleh pihak Humas RSUD Datu Beru.
Dalam pernyataannya, Riga mengaku bahwa aksi joget tersebut dilakukan secara spontan tanpa ada maksud tertentu, termasuk tidak ada unsur menyindir pihak mana pun.
“Terkait video viral tersebut, itu murni spontanitas dari saya pribadi. Tidak ada maksud politik ataupun menyindir siapa pun,” ujar Riga.
Ia juga mengakui kesalahannya karena telah membuat publik merasa tidak nyaman dengan tindakannya di ruang operasi.
“Dari hati kecil saya, saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada pihak rumah sakit dan kepada masyarakat yang merasa tidak berkenan dengan video tersebut,” tambahnya.
Baca Juga: Tak Habis Dimakan Siswa, Sisa MBG Dimanfaatkan Guru Jadi Pakan Ternak
Sorotan Etika dan Privasi di Ruang Operasi
Kasus ini kembali memunculkan perbincangan publik terkait etika profesi tenaga kesehatan, khususnya di ruang operasi yang merupakan area steril dan privat.
Banyak pihak menilai bahwa meskipun suasana santai seperti memutar musik kerap dilakukan untuk mengurangi ketegangan selama operasi, namun pengambilan gambar hingga menyebarkannya ke publik merupakan pelanggaran serius.
Selain menyangkut profesionalitas, tindakan tersebut juga dinilai berpotensi melanggar privasi pasien, meskipun dalam video tidak secara jelas menampilkan identitas pasien.
Baca Juga: Puluhan Siswa di Jaktim Diduga Keracunan MBG, Jalani Perawatan Intensif di Sejumlah RS
Respons Beragam dari Warganet
Video tersebut menuai pro dan kontra di kalangan warganet. Sebagian menyayangkan aksi tersebut karena dinilai tidak etis, sementara sebagian lainnya mencoba memahami dari sisi tekanan kerja tenaga medis.
Beberapa warganet menyebut bahwa mendengarkan musik di ruang operasi adalah hal yang umum dilakukan untuk menjaga fokus dan mengurangi stres, terutama dalam operasi yang berlangsung lama.
Namun, mayoritas tetap menyoroti kesalahan dalam pengambilan dan penyebaran video dari ruang operasi.
“Sebenarnya nyetel musik itu biasa, tapi yang salah kenapa direkam dan diposting,” tulis salah satu warganet.
Komentar lain juga menekankan pentingnya menjaga profesionalitas di lingkungan medis, terutama di ruang operasi yang memiliki standar ketat.
Artikel Terkait
Puluhan Siswa di Jaktim Diduga Keracunan MBG, Jalani Perawatan Intensif di Sejumlah RS
Tak Habis Dimakan Siswa, Sisa MBG Dimanfaatkan Guru Jadi Pakan Ternak
Aksi Donat Boat Berujung Petaka di Pantai Ammani, Wisatawan Terpental hingga Alami Luka
Di Tengah Kebakaran SPBE Cimuning, Mushola Ini Tetap Berdiri Tanpa Tersentuh Api