Penjelasan dari Pihak SPPG
Menanggapi polemik tersebut, pihak SPPG As-Salman memberikan penjelasan terkait menu ikan lele yang dipersoalkan oleh pihak sekolah.
Ahli gizi SPPG As-Salman, Fikri Mutawakkil, mengatakan bahwa ikan lele yang dibagikan sebenarnya merupakan lele yang telah melalui proses marinasi.
Menurutnya, metode tersebut digunakan dengan mempertimbangkan kandungan gizi serta daya simpan bahan makanan.
“Kenapa kami menggunakan lele marinasi? Karena memperhatikan gizi di lelenya, yang kedua untuk menambah protein di hari itu, dan yang ketiga adalah penyimpanan lele marinasi itu bisa sampai satu hari,” jelas Fikri.
Ia menambahkan bahwa pihaknya tetap berkomitmen untuk melakukan evaluasi terhadap proses distribusi makanan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
SPPG As-Salman juga menyampaikan permohonan maaf atas polemik yang muncul dalam penyaluran MBG tersebut.
“Selanjutnya, kami memohon maaf apabila ada kata-kata dan tindakan yang salah. Kami akan memperbaiki ke depannya dan ini menjadi evaluasi kami,” pungkasnya.
Polemik ini pun menjadi perhatian publik, terutama terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang diharapkan dapat memberikan manfaat optimal bagi para siswa.
Sejumlah pihak berharap agar koordinasi antara sekolah dan penyedia layanan dapat ditingkatkan sehingga kualitas makanan, keamanan konsumsi, serta mekanisme distribusi dapat berjalan lebih baik ke depannya. *****
Artikel Terkait
MUI Dukung Langkah Diplomasi Indonesia untuk Wujudkan Perdamaian Dunia
Rois Aam PBNU Puji Kepemimpinan Prabowo yang Dinilai Mengabdi untuk Rakyat
Viral Video Roti MBG Diduga Dipenuhi Belatung di Jepara, Orang Tua Siswa PAUD Ungkap Kronologinya
Viral Mobil MBG Diminta Putar Balik di SMPN 2 Sokaraja Banyumas, Siswa Sempat Menunggu Paket Makan Gratis