Roti Berjamur hingga Kurma Diduga Busuk, Paket MBG SPPG Temanggung Viral

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Rabu, 4 Maret 2026 | 14:09 WIB
SPPG Temanggung Jadi Sorotan di Medsos usai Dugaan Temuan Paket MBG Berupa Roti Berjamur hingga Kurma Busuk - WartaPesona.com (KaltengPos - JawaPos.com)
SPPG Temanggung Jadi Sorotan di Medsos usai Dugaan Temuan Paket MBG Berupa Roti Berjamur hingga Kurma Busuk - WartaPesona.com (KaltengPos - JawaPos.com)

WartaPesona.com – Sebagian masyarakat di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, tengah ramai menyoroti dugaan paket makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak layak konsumsi.

Sorotan publik ini mencuat setelah beredarnya unggahan di media sosial yang menampilkan makanan diduga kedaluwarsa, berupa roti berjamur dan kurma yang disebut mengandung ulat.

Unggahan tersebut dibagikan oleh akun Instagram @volkinfo pada Rabu, 4 Maret 2026. Dalam postingan itu, disebutkan bahwa paket MBG yang dipersoalkan berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Giyanti Temanggung.

“Menu MBG berupa roti berjamur diedarkan, SPPG di Temanggung jadi sorotan,” tulis akun tersebut dalam keterangan unggahannya.

Tak hanya roti berjamur, unggahan itu juga menampilkan kurma yang diduga tidak layak konsumsi dan diklaim telah dibagikan kepada siswa penerima manfaat program MBG.

Konten tersebut kemudian menyebar luas dan memantik beragam reaksi warganet, mulai dari keprihatinan hingga kritik terhadap pengawasan kualitas makanan program pemerintah.

Baca Juga: Menu MBG Pekalongan Dipersoalkan, Dapur Tetap Sajikan Roti hingga Pisang Selama Ramadan

Berawal dari Distribusi di PAUD Harapan Bunda

Berdasarkan informasi yang beredar, temuan dugaan makanan kedaluwarsa ini pertama kali terjadi di lokasi distribusi PAUD Harapan Bunda pada 23 Februari 2026.

Sejumlah pihak disebut telah menyampaikan keluhan terkait kondisi makanan yang diterima anak-anak.

“Sejumlah pihak mengaku telah menyuarakan keluhan terkait kualitas makanan yang diterima,” tulis akun @volkinfo dalam unggahan lanjutan.

Kasus ini pun memunculkan kembali sorotan terhadap rekam jejak SPPG Giyanti. Di media sosial, sebagian warganet menyebut bahwa SPPG tersebut pernah menghadapi persoalan serupa dan sempat dihentikan sementara.

Kondisi ini memicu pertanyaan publik mengenai mekanisme evaluasi, pengawasan, serta standar operasional yang diterapkan dalam program MBG.

Beragam komentar juga bermunculan yang menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap makanan yang dikonsumsi anak-anak, mengingat program MBG menyasar kelompok usia rentan seperti siswa PAUD dan sekolah dasar.

Baca Juga: Jelang Mudik Lebaran 2026, Pemerintah Percepat Perbaikan Jalan Rusak di Jalur Pantura

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

KPK Tangkap Bupati Langkat Syah Afandin

Jumat, 3 Juli 2026 | 08:56 WIB
X