Pidato Terakhir Khamenei Kembali Disorot, Sindir Kegagalan AS Menundukkan Iran Selama Puluhan Tahun

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Selasa, 3 Maret 2026 | 16:06 WIB
Viral Pidato Terakhir Khamenei Sebelum Gugur di Teheran, Ungkap AS yang Sebenarnya Tengah Menuju Kehancuran - WartaPesona.com  (Suara Merdeka Pekalongan)
Viral Pidato Terakhir Khamenei Sebelum Gugur di Teheran, Ungkap AS yang Sebenarnya Tengah Menuju Kehancuran - WartaPesona.com (Suara Merdeka Pekalongan)

Baca Juga: Video Dugaan Pelonco Pekerja Migran Indonesia di Jepang Viral, Junior Dipaksa Ikuti Perintah Senior

Kritik Keras terhadap AS dan Trump

Dalam pidato tersebut, Khamenei menyoroti berbagai kebijakan kontroversial pemerintahan Trump yang dinilainya justru mempercepat keruntuhan internal AS.

Ia menyebut lebih dari separuh rakyat Amerika tidak lagi mempercayai pemimpinnya sendiri.

“Sistem mereka benar-benar sedang mengalami kemunduran. Mereka terlilit masalah yang dibuat sendiri dalam ekonomi, kebijakan, dan masyarakatnya,” kata Khamenei.

Menurutnya, jaringan aliansi global yang dibangun AS selama puluhan tahun kini mulai rapuh, seiring meningkatnya ketidakpuasan domestik dan krisis kepercayaan internasional.

Akar Konflik Panjang Iran–AS

Khamenei juga menyinggung akar konflik panjang antara Iran dan AS yang, menurutnya, berawal dari ambisi Washington untuk mengendalikan Iran. Namun, ambisi tersebut selalu gagal karena perlawanan rakyat Iran.

“Masalah utama kami dengan AS adalah mereka ingin melahap Iran, dan bangsa Iran mencegahnya,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa Republik Islam Iran telah berdiri mandiri selama hampir lima dekade meski terus berada di bawah tekanan, sanksi, dan ancaman militer.

“Selama 47 tahun, AS tidak pernah mampu melenyapkan Republik Islam Iran,” ujar Khamenei, sembari menyindir Trump yang dinilainya kesulitan menghadapi masalah di negaranya sendiri.

Baca Juga: Evan Haydar, WNI di Jerman, Ungkap Kecemasan Imbas Perang Israel–Iran yang Kian Meluas

Ancaman Balasan Iran dan Ketegangan Global

Hingga berita ini diturunkan, situasi di Timur Tengah kian memanas. Serangan Israel yang didukung AS disebut telah memicu awal dari serangan balasan Iran.

Garda Revolusi Iran bahkan mengeluarkan pernyataan keras dengan mengancam akan melancarkan “operasi ofensif paling intensif” sepanjang sejarah.

Target operasi balasan tersebut disebut mencakup wilayah Israel serta pangkalan militer AS yang tersebar di kawasan Timur Tengah.

Para pengamat menilai, gugurnya Khamenei bukan hanya kehilangan besar bagi Iran, tetapi juga titik balik yang berpotensi mendorong dunia ke jurang konflik regional bahkan global.

Ketegangan ini pun memicu kekhawatiran luas akan stabilitas energi, keamanan internasional, serta kemungkinan pecahnya perang berskala lebih besar yang melibatkan banyak negara. *****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X