Video Dugaan Pelonco Pekerja Migran Indonesia di Jepang Viral, Junior Dipaksa Ikuti Perintah Senior

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Selasa, 3 Maret 2026 | 15:30 WIB
Viral Dugaan Perpeloncoan PMI di Jepang, Junior Diminta Makan Kedelai Fermentasi di Bawah Tekanan Senior - WartaPesona.com (Mata Pers Indonesia)
Viral Dugaan Perpeloncoan PMI di Jepang, Junior Diminta Makan Kedelai Fermentasi di Bawah Tekanan Senior - WartaPesona.com (Mata Pers Indonesia)

WartaPesona.com – Media sosial kembali dihebohkan oleh beredarnya sebuah video yang memperlihatkan dugaan tindakan perpeloncoan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berada di Jepang.

Video tersebut menuai kecaman luas dari warganet karena dinilai mengandung unsur tekanan psikologis, senioritas berlebihan, hingga potensi kekerasan verbal.

Dalam unggahan akun TikTok @panbobolidos, terlihat sejumlah PMI junior yang baru tiba di Jepang diminta memakan natto (kedelai fermentasi) khas Jepang, di bawah tekanan para senior mereka.

Natto dikenal memiliki aroma dan tekstur yang kuat, sehingga kerap sulit diterima oleh orang yang belum terbiasa.

Suasana Tegang dan Tekanan Verbal

Dalam video yang beredar luas sebelum akhirnya dihapus, suasana tampak tegang. Para junior terlihat duduk berbaris sambil diteriaki kata-kata seperti, “telan!” dan “habiskan!”.

Tekanan verbal tersebut memicu reaksi keras dari publik, yang menilai tindakan itu sudah melampaui batas pengenalan lingkungan kerja.

Lebih memprihatinkan lagi, para junior tampak tidak mengenakan baju, hanya memakai celana hitam, dengan kepala dicukur plontos.

Mereka dikelilingi oleh para senior yang berdiri mengawasi dari jarak dekat, menciptakan kesan intimidatif.

Kondisi tersebut memunculkan dugaan kuat adanya praktik perpeloncoan yang masih berakar pada budaya senioritas, bahkan disebut-sebut menyerupai pola-pola kekerasan yang diwariskan sejak masa kolonial.

Baca Juga: Evan Haydar, WNI di Jerman, Ungkap Kecemasan Imbas Perang Israel–Iran yang Kian Meluas

Video Dihapus Usai Tuai Kecaman

Tak lama setelah viral dan menuai kecaman dari warganet, video tersebut diketahui telah dihapus oleh pemilik akun.

Namun, jejak digitalnya terlanjur menyebar luas dan menjadi bahan diskusi di berbagai platform media sosial.

Sebagian warganet menilai tindakan tersebut sebagai bentuk perundungan (bullying), sementara lainnya menyoroti lemahnya pengawasan terhadap proses orientasi PMI di luar negeri, khususnya di sektor pelayaran.

Bagi yang belum mengetahui, perpeloncoan identik dengan praktik kekerasan, baik fisik maupun verbal, yang dilakukan secara sistematis terhadap individu yang dianggap “junior”.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X