WartaPesona.com – Media sosial kembali dihebohkan oleh beredarnya sebuah video yang memperlihatkan dugaan tindakan perpeloncoan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berada di Jepang.
Video tersebut menuai kecaman luas dari warganet karena dinilai mengandung unsur tekanan psikologis, senioritas berlebihan, hingga potensi kekerasan verbal.
Dalam unggahan akun TikTok @panbobolidos, terlihat sejumlah PMI junior yang baru tiba di Jepang diminta memakan natto (kedelai fermentasi) khas Jepang, di bawah tekanan para senior mereka.
Natto dikenal memiliki aroma dan tekstur yang kuat, sehingga kerap sulit diterima oleh orang yang belum terbiasa.
Suasana Tegang dan Tekanan Verbal
Dalam video yang beredar luas sebelum akhirnya dihapus, suasana tampak tegang. Para junior terlihat duduk berbaris sambil diteriaki kata-kata seperti, “telan!” dan “habiskan!”.
Tekanan verbal tersebut memicu reaksi keras dari publik, yang menilai tindakan itu sudah melampaui batas pengenalan lingkungan kerja.
Lebih memprihatinkan lagi, para junior tampak tidak mengenakan baju, hanya memakai celana hitam, dengan kepala dicukur plontos.
Mereka dikelilingi oleh para senior yang berdiri mengawasi dari jarak dekat, menciptakan kesan intimidatif.
Kondisi tersebut memunculkan dugaan kuat adanya praktik perpeloncoan yang masih berakar pada budaya senioritas, bahkan disebut-sebut menyerupai pola-pola kekerasan yang diwariskan sejak masa kolonial.
Baca Juga: Evan Haydar, WNI di Jerman, Ungkap Kecemasan Imbas Perang Israel–Iran yang Kian Meluas
Video Dihapus Usai Tuai Kecaman
Tak lama setelah viral dan menuai kecaman dari warganet, video tersebut diketahui telah dihapus oleh pemilik akun.
Namun, jejak digitalnya terlanjur menyebar luas dan menjadi bahan diskusi di berbagai platform media sosial.
Sebagian warganet menilai tindakan tersebut sebagai bentuk perundungan (bullying), sementara lainnya menyoroti lemahnya pengawasan terhadap proses orientasi PMI di luar negeri, khususnya di sektor pelayaran.
Bagi yang belum mengetahui, perpeloncoan identik dengan praktik kekerasan, baik fisik maupun verbal, yang dilakukan secara sistematis terhadap individu yang dianggap “junior”.
Artikel Terkait
Pidato Donald Trump dan Benjamin Netanyahu Tiba-tiba Muncul di TV Iran, Seruan Lawan Rezim Jadi Sorotan
Jejak Ceramah Cak Nun soal Ketegangan Israel–Iran, Dulu Prediksi Kini Jadi Perbincangan Publik
Kedubes Iran Sambut Positif Tawaran Mediasi Prabowo Subianto antara AS dan Iran
Evan Haydar, WNI di Jerman, Ungkap Kecemasan Imbas Perang Israel–Iran yang Kian Meluas