Evan Haydar, WNI di Jerman, Ungkap Kecemasan Imbas Perang Israel–Iran yang Kian Meluas

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Selasa, 3 Maret 2026 | 15:12 WIB
Curhat WNI Asal Gresik yang Kerja di Jerman, Cemaskan Dugaan Negara Eropa Itu Ikut Bantu Israel Perang Lawan Iran - WartaPesona.com (Silanews)
Curhat WNI Asal Gresik yang Kerja di Jerman, Cemaskan Dugaan Negara Eropa Itu Ikut Bantu Israel Perang Lawan Iran - WartaPesona.com (Silanews)

Unggahan tersebut sontak menarik perhatian warganet, terutama sesama WNI yang tinggal dan bekerja di luar negeri.

Baca Juga: Jejak Ceramah Cak Nun soal Ketegangan Israel–Iran, Dulu Prediksi Kini Jadi Perbincangan Publik

Tak Ingin Terjebak Jauh dari Keluarga

Evan menuturkan bahwa ketidakpastian arah konflik menjadi alasan utama kecemasannya.

Menurutnya, tidak ada yang bisa memastikan apakah peperangan akan segera mereda atau justru semakin meluas dan destruktif.

“Kita tidak tahu perang nantinya akan mereda atau makin parah,” ujarnya.

Ia juga menyoroti peran Amerika Serikat yang memiliki banyak sekutu di Eropa. Dukungan AS terhadap Israel, kata Evan, membuka peluang negara-negara Eropa ikut terseret dalam pusaran konflik.

“Tapi jujur aku takut kalau kemungkinan buruknya terjadi,” ucapnya.

Lebih dari sekadar ancaman geopolitik, Evan mengaku takut terjebak sendirian di luar negeri jika situasi memburuk.

“Aku tidak mau stuck (terjebak) di sini sendirian, jauh dari istri dan keluarga,” paparnya.

Baca Juga: Pidato Donald Trump dan Benjamin Netanyahu Tiba-tiba Muncul di TV Iran, Seruan Lawan Rezim Jadi Sorotan

Ancaman Gangguan Transportasi hingga Perang Nuklir

Selain faktor keamanan, Evan juga mengkhawatirkan kemungkinan terganggunya jalur transportasi internasional, khususnya penerbangan dari Eropa ke Asia.

“Kalau Jerman beneran ikut perang dan bandara ditutup,” jelas Evan.

Ia bahkan menyebut skenario terburuk yang selama ini dianggap mustahil, namun kini terasa lebih nyata.

“Kasus terburuk, perang nuklir terjadi dan blackout tidak tahu berapa lama,” imbuhnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan ketakutan banyak warga sipil di berbagai belahan dunia yang terdampak konflik besar, meski berada jauh dari medan perang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X