Unggahan tersebut sontak menarik perhatian warganet, terutama sesama WNI yang tinggal dan bekerja di luar negeri.
Baca Juga: Jejak Ceramah Cak Nun soal Ketegangan Israel–Iran, Dulu Prediksi Kini Jadi Perbincangan Publik
Tak Ingin Terjebak Jauh dari Keluarga
Evan menuturkan bahwa ketidakpastian arah konflik menjadi alasan utama kecemasannya.
Menurutnya, tidak ada yang bisa memastikan apakah peperangan akan segera mereda atau justru semakin meluas dan destruktif.
“Kita tidak tahu perang nantinya akan mereda atau makin parah,” ujarnya.
Ia juga menyoroti peran Amerika Serikat yang memiliki banyak sekutu di Eropa. Dukungan AS terhadap Israel, kata Evan, membuka peluang negara-negara Eropa ikut terseret dalam pusaran konflik.
“Tapi jujur aku takut kalau kemungkinan buruknya terjadi,” ucapnya.
Lebih dari sekadar ancaman geopolitik, Evan mengaku takut terjebak sendirian di luar negeri jika situasi memburuk.
“Aku tidak mau stuck (terjebak) di sini sendirian, jauh dari istri dan keluarga,” paparnya.
Ancaman Gangguan Transportasi hingga Perang Nuklir
Selain faktor keamanan, Evan juga mengkhawatirkan kemungkinan terganggunya jalur transportasi internasional, khususnya penerbangan dari Eropa ke Asia.
“Kalau Jerman beneran ikut perang dan bandara ditutup,” jelas Evan.
Ia bahkan menyebut skenario terburuk yang selama ini dianggap mustahil, namun kini terasa lebih nyata.
“Kasus terburuk, perang nuklir terjadi dan blackout tidak tahu berapa lama,” imbuhnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan ketakutan banyak warga sipil di berbagai belahan dunia yang terdampak konflik besar, meski berada jauh dari medan perang.
Artikel Terkait
Try Sutrisno Tutup Usia 90 Tahun, Bangsa Kehilangan Wakil Presiden ke-6 RI
Pidato Donald Trump dan Benjamin Netanyahu Tiba-tiba Muncul di TV Iran, Seruan Lawan Rezim Jadi Sorotan
Jejak Ceramah Cak Nun soal Ketegangan Israel–Iran, Dulu Prediksi Kini Jadi Perbincangan Publik
Kedubes Iran Sambut Positif Tawaran Mediasi Prabowo Subianto antara AS dan Iran