Jejak Ceramah Cak Nun soal Ketegangan Israel–Iran, Dulu Prediksi Kini Jadi Perbincangan Publik

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Selasa, 3 Maret 2026 | 11:49 WIB
Viral Isi Ceramah Cak Nun di 2012 soal Perang Israel vs Iran, Pernah Beberkan Panasnya Konflik yang Ikut Menyeret AS - WartaPesona.com (Edisi.co.id)
Viral Isi Ceramah Cak Nun di 2012 soal Perang Israel vs Iran, Pernah Beberkan Panasnya Konflik yang Ikut Menyeret AS - WartaPesona.com (Edisi.co.id)

“Suatu hari Iran akan diserang oleh Israel dan Amerika,” ujar Cak Nun dalam ceramah tersebut.

Tak berhenti di situ, penceramah sekaligus budayawan asal Jombang, Jawa Timur itu juga mengemukakan prediksinya mengenai posisi Arab Saudi dalam konflik tersebut.

“Dan nanti Arab Saudi bisa dipastikan akan membela Israel,” tambahnya.

Pernyataan yang pada saat itu terdengar jauh dan spekulatif, kini oleh sebagian publik dianggap sebagai analisis tajam yang relevan dengan dinamika geopolitik terkini.

Pertanyaan untuk Indonesia

Lebih jauh, Cak Nun tidak hanya berbicara soal peta kekuatan global, tetapi juga mengajukan pertanyaan reflektif tentang posisi Indonesia di tengah konflik besar tersebut.

“Pertanyaannya untuk Indonesia, Indonesia bela mana? Bela Iran apa bela Israel?” tutur Cak Nun.

Ia bahkan mengingatkan potensi perpecahan di dalam negeri akibat konflik luar negeri yang merembet ke ranah opini publik dan emosi kolektif umat.

“Kita pasti akan bertengkar sendiri nanti, separuh bela Iran separuh Israel atau nggak bela siapa-siapa karena nggak ngerti,” ucapnya.

Pandangan tersebut kembali diperbincangkan karena dinilai relevan dengan kondisi masyarakat Indonesia yang kerap terpolarisasi oleh isu-isu geopolitik dan keagamaan.

Baca Juga: 8 Penerima Beasiswa LPDP Dijatuhi Sanksi, Wajib Kembalikan Dana hingga Rp2 Miliar

Sorotan Dampak Psikologis Umat

Dalam ceramahnya, Cak Nun menekankan bahwa peperangan tidak hanya berdampak secara fisik dan geopolitik, tetapi juga membawa efek psikologis dan spiritual bagi umat Islam di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

Ia mengingatkan adanya strategi provokasi berlapis yang dimainkan kekuatan besar, tidak hanya melalui senjata, tetapi juga melalui perang psikologis dan ideologi.

“Israel itu juga melakukan provokasi yang luar biasa di Arab Saudi dengan meningkatkan faham-faham yang kemudian menguasai Masjid Nabawi dan Masjidil Haram,” terangnya.

Menurut Cak Nun, provokasi tersebut memiliki tujuan yang lebih dalam daripada sekadar konflik politik.

“Tujuannya sederhana, yakni memutus hubungan batin antara umat Islam dengan Rasulullah SAW,” paparnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X