Imbas Perang Israel–Iran, Lalu Lintas Udara Timur Tengah Lumpuh dan Penerbangan Internasional Terganggu

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Senin, 2 Maret 2026 | 10:02 WIB
Semua Penerbangan di Timur Tengah Diklaim Tertunda usai Meletusnya Perang Israel vs Iran - WartaPesona.com (Panjinasional.net)
Semua Penerbangan di Timur Tengah Diklaim Tertunda usai Meletusnya Perang Israel vs Iran - WartaPesona.com (Panjinasional.net)

Sejumlah Maskapai Batalkan Rute Timur Tengah

Berdasarkan penelusuran, sejumlah maskapai penerbangan internasional telah mengumumkan pembatalan atau penundaan penerbangan menuju dan dari Timur Tengah.

Rute yang terdampak mencakup tujuan utama seperti Dubai, Doha, Muscat (Oman), Jeddah, Madinah, Beirut, hingga Abu Dhabi.

Adapun maskapai yang tercatat menunda atau membatalkan penerbangan antara lain Malaysia Airlines, Air France, Lufthansa, Singapore Airlines, hingga Emirates.

Hingga Minggu, 1 Maret 2026 pukul 13.00 WIB, pembatalan penerbangan tersebut disertai imbauan resmi kepada penumpang agar tidak datang ke bandara sebelum ada kepastian lebih lanjut terkait jadwal penerbangan.

Banyak penumpang dilaporkan harus mengatur ulang jadwal perjalanan, memperpanjang masa tinggal, atau mencari rute alternatif melalui negara lain yang masih membuka wilayah udaranya.

Baca Juga: Korban Akhirnya Bersuara usai Video Tendangan Sang Kekasih Viral, Ungkap Luka Fisik dan Trauma

WNI Terjebak dan Menunggu Kepastian

Situasi ini turut berdampak pada ratusan WNI yang berada di Arab Saudi dan negara-negara Teluk.

Sebagian di antaranya merupakan jemaah umrah, pekerja migran, maupun pelancong yang hendak pulang ke Indonesia.

Sejumlah WNI mengaku kebingungan karena minimnya informasi lanjutan terkait kepastian penerbangan, sementara akomodasi dan kebutuhan logistik harus ditanggung sendiri selama menunggu situasi kembali normal.

Akar Masalah : Konflik Iran vs AS-Israel

Penutupan wilayah udara dan lumpuhnya penerbangan ini tak lepas dari konflik bersenjata yang meletus setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran.

Menurut laporan terkini dari Al Jazeera, pada Minggu, 1 Maret 2026, serangan AS–Israel diklaim sebagai upaya menghilangkan ancaman yang ditimbulkan oleh rezim Iran.

Namun di sisi lain, Iran menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara. Pemerintah Iran pun berjanji akan memberikan respons militer.

Tak berselang lama, Iran dilaporkan melancarkan serangan balasan yang menyasar sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. Rentetan ledakan dilaporkan terjadi pada Sabtu, 28 Februari 2026 waktu setempat.

Sejumlah negara Teluk Arab yang menjadi lokasi pangkalan militer AS, mulai dari Bahrain, Uni Emirat Arab, Qatar, hingga Kuwait, turut melaporkan insiden ledakan dan peningkatan status keamanan.

Baca Juga: Aksi Nekat Pengemudi Mobil Calya Lawan Arus, Tabrak Kendaraan Lain hingga Picu Emosi Warga

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X