Ali Khamenei Pernah Beri Ultimatum Keras : Kematian Saya Tak Akan Hentikan Perlawanan Iran

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Senin, 2 Maret 2026 | 09:53 WIB
Dikenang sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei Pernah Buat Peringatan Keras Sebelum Gugur Atas Serangan AS-Israel - WartaPesona.com (FIN)
Dikenang sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei Pernah Buat Peringatan Keras Sebelum Gugur Atas Serangan AS-Israel - WartaPesona.com (FIN)

WartaPesona.com – Jagat media sosial (medsos) hingga forum-forum diskusi internasional tengah ramai menyoroti kabar tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, akibat serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang menghantam Teheran, Iran.

Insiden yang disebut sebagai salah satu eskalasi militer paling serius di kawasan Timur Tengah dalam satu dekade terakhir itu memicu gelombang kecaman, duka, sekaligus kekhawatiran akan pecahnya konflik berskala lebih luas.

Pemerintah Iran secara tegas menuding AS dan Israel melakukan pembunuhan terencana (assassination) terhadap Khamenei melalui serangan udara terkoordinasi yang menargetkan pusat-pusat strategis di ibu kota Teheran.

Baca Juga: Rencana Perang Sarung Remaja di Kebumen Digagalkan TNI, Video Penertiban Viral

Iran Tuding Pelanggaran Hukum Internasional

Dalam pernyataan resminya pada Senin, 2 Maret 2026, Kementerian Luar Negeri Iran menyebut serangan tersebut sebagai tindakan agresi militer yang secara terang-terangan melanggar prinsip hukum internasional, termasuk Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Tindakan teroris oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis (Israel), yang melakukan pembunuhan terencana terhadap Pemimpin Tertinggi serta pejabat tinggi lainnya melalui agresi militer terhadap keutuhan wilayah dan kedaulatan nasional Iran,” tulis Kemlu Iran dalam pernyataannya.

Iran menilai serangan itu bukan sekadar pelanggaran kedaulatan, melainkan preseden berbahaya bagi tatanan global.

“Ini merupakan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap seluruh prinsip dan norma internasional,” lanjut pernyataan tersebut.

Hingga kini, Washington dan Tel Aviv belum memberikan pernyataan resmi yang secara eksplisit mengakui keterlibatan langsung dalam kematian Khamenei.

Namun, sejumlah analis menilai serangan itu menandai perubahan drastis strategi militer kedua negara dalam menghadapi Iran.

Baca Juga: Korban Akhirnya Bersuara usai Video Tendangan Sang Kekasih Viral, Ungkap Luka Fisik dan Trauma

Duka Nasional dan Gelombang Solidaritas

Kematian Khamenei memicu duka mendalam di Iran. Ribuan warga dilaporkan turun ke jalan di berbagai kota, menggelar doa bersama dan aksi solidaritas.

Bendera setengah tiang dikibarkan di sejumlah gedung pemerintahan, sementara media nasional Iran menayangkan siaran khusus mengenang perjalanan hidup dan kepemimpinan Khamenei.

Bagi banyak warga Iran, Khamenei bukan sekadar simbol kekuasaan negara, melainkan figur ideologis yang dianggap konsisten menentang dominasi asing.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X