Kolaborasi TNI, Polri, dan Warga
Pembangunan huntara juga melibatkan kolaborasi lintas pihak. Personel TNI dan Polri turut terjun langsung ke lapangan membantu proses pembangunan, bahu-membahu bersama para pekerja dan warga setempat.
Kehadiran aparat TNI dan Polri tidak hanya mempercepat proses pembangunan, tetapi juga menjadi bentuk nyata dukungan negara kepada masyarakat yang tengah mengalami masa sulit akibat bencana.
Warga setempat pun ikut berpartisipasi, mulai dari membantu pengangkutan material hingga pekerjaan ringan di lokasi pembangunan.
Baca Juga: Mengabdi di Tengah Keterbatasan, Guru PPPK Sumedang Ini Terima Gaji Rp50 Ribu per Bulan
Arahan Presiden Prabowo
Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan bahwa percepatan pembangunan huntara merupakan bagian dari arahan langsung Presiden RI Prabowo Subianto.
Pemerintah, kata Dody, berkomitmen memberikan dukungan penuh kepada masyarakat terdampak bencana, khususnya di wilayah dengan mayoritas penduduk Muslim.
Langkah ini dilakukan agar warga dapat menjalani ibadah puasa Ramadan dengan lebih nyaman, meskipun masih berada dalam situasi pemulihan pascabencana.
“Itu sudah menjadi arah Bapak Presiden. Kita memberikan dukungan penuh kepada masyarakat, khususnya di Aceh dan Sumatra Barat yang mayoritas Muslim, agar saat Ramadan mereka bisa beribadah dengan lebih tenang, meski dalam kondisi pascabencana,” ujar Dody.
Baca Juga: Sekolah Kerap Terendam, Kisah Siswa SDN Leomanu Kupang Tetap Belajar Meski Kelas Digenangi Air Hujan
Fokus Pemulihan dan Kenyamanan Warga
Pemerintah menargetkan pembangunan huntara dapat selesai tepat waktu sehingga warga tidak lagi tinggal di tempat pengungsian yang serba terbatas.
Selain hunian sementara, pemerintah juga terus melakukan pendampingan dan pemenuhan kebutuhan dasar lainnya selama masa transisi.
Dengan percepatan pembangunan huntara ini, pemerintah berharap proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat, sekaligus memberikan rasa aman, nyaman, dan harapan baru bagi warga terdampak di Sumatra Barat untuk menyambut bulan Ramadan dan menata kembali kehidupan mereka. *****
Baca Juga: Naik Loteng hingga Rooftop, Cerita Warga Aceh Tamiang Selamatkan Diri Bersama Tetangga Saat Banjir
Artikel Terkait
Naik Loteng hingga Rooftop, Cerita Warga Aceh Tamiang Selamatkan Diri Bersama Tetangga Saat Banjir
Sekolah Kerap Terendam, Kisah Siswa SDN Leomanu Kupang Tetap Belajar Meski Kelas Digenangi Air Hujan
Mengabdi di Tengah Keterbatasan, Guru PPPK Sumedang Ini Terima Gaji Rp50 Ribu per Bulan
Jalan Berlubang Kembali Makan Korban, Pelajar Meninggal Usai Kecelakaan di Jaktim