WartaPesona.com - Tekanan terhadap nilai tukar rupiah serta kenaikan imbal hasil obligasi domestik belum mengubah arah kebijakan moneter Bank Indonesia (BI).
Risiko kenaikan suku bunga acuan dinilai masih rendah, seiring terjaganya stabilitas likuiditas domestik dan efektivitas bauran
kebijakan bank sentral dalam menjaga keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.
Penilaian tersebut disampaikan BRI Danareksa Sekuritas dalam laporan Macro Strategy terbarunya.
Lembaga riset ini menilai pelemahan rupiah sejak awal 2026 lebih mencerminkan proses penyesuaian yang bersifat gradual, bukan gejolak nilai tukar yang tidak teratur atau mengkhawatirkan.
Rupiah tercatat melemah sekitar 0,7 persen secara year to date (ytd) dan sempat menyentuh level Rp16.950 per dolar AS.
Pelemahan ini terjadi di tengah penguatan dolar AS secara global, serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik yang mendorong pergeseran portofolio investor ke aset aman.
“Secara singkat, kami menilai kenaikan suku bunga acuan sebagai respons atas kondisi saat ini masih kecil,
berdasarkan pergerakan nilai tukar, kondisi likuiditas, serta pola reaksi kebijakan Bank Indonesia,” tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam laporannya, Senin (26/1).
Baca Juga: Daya Tarik Investasi Indonesia Meningkat, Ekonom Global Angkat Peran Prabowo
Tekanan Rupiah Dinilai Masih Terkendali
BRI Danareksa menegaskan bahwa pergerakan rupiah saat ini masih berada dalam batas yang wajar dan mencerminkan penyesuaian terhadap dinamika eksternal, bukan tekanan fundamental dari dalam negeri.
Dengan volatilitas yang relatif terjaga, BI dinilai memiliki ruang kebijakan yang cukup untuk mempertahankan pendekatan moneter yang akomodatif.
Bank sentral juga dinilai konsisten menggunakan instrumen stabilisasi nilai tukar secara terukur, termasuk intervensi di pasar spot,
transaksi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.
Artikel Terkait
Kemenkeu Tegaskan Kabar Rp200 Triliun di Bank Himbara Menguap adalah Hoaks
Isu Prabowo Abaikan Keamanan Palestina Terbantahkan, Begini Faktanya
Konsisten dari Menhan hingga Presiden, Prabowo Perjuangkan Kedaulatan Palestina
Daya Tarik Investasi Indonesia Meningkat, Ekonom Global Angkat Peran Prabowo