Ekonom Prediksi Ekonomi RI Tetap Stabil di Tengah Tekanan Rupiah

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Rabu, 28 Januari 2026 | 11:05 WIB
Ekonomi RI Diprediksi Tetap Stabil Meski Tekanan Terhadap Rupiah Meningkat - WartaPesona.com (Liputan6.com)
Ekonomi RI Diprediksi Tetap Stabil Meski Tekanan Terhadap Rupiah Meningkat - WartaPesona.com (Liputan6.com)

WartaPesona.com - Tekanan terhadap nilai tukar rupiah serta kenaikan imbal hasil obligasi domestik belum mengubah arah kebijakan moneter Bank Indonesia (BI).

Risiko kenaikan suku bunga acuan dinilai masih rendah, seiring terjaganya stabilitas likuiditas domestik dan efektivitas bauran

kebijakan bank sentral dalam menjaga keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.

Penilaian tersebut disampaikan BRI Danareksa Sekuritas dalam laporan Macro Strategy terbarunya.

Lembaga riset ini menilai pelemahan rupiah sejak awal 2026 lebih mencerminkan proses penyesuaian yang bersifat gradual, bukan gejolak nilai tukar yang tidak teratur atau mengkhawatirkan.

Rupiah tercatat melemah sekitar 0,7 persen secara year to date (ytd) dan sempat menyentuh level Rp16.950 per dolar AS.

Pelemahan ini terjadi di tengah penguatan dolar AS secara global, serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik yang mendorong pergeseran portofolio investor ke aset aman.

“Secara singkat, kami menilai kenaikan suku bunga acuan sebagai respons atas kondisi saat ini masih kecil,

berdasarkan pergerakan nilai tukar, kondisi likuiditas, serta pola reaksi kebijakan Bank Indonesia,” tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam laporannya, Senin (26/1).

Baca Juga: Daya Tarik Investasi Indonesia Meningkat, Ekonom Global Angkat Peran Prabowo

Tekanan Rupiah Dinilai Masih Terkendali

BRI Danareksa menegaskan bahwa pergerakan rupiah saat ini masih berada dalam batas yang wajar dan mencerminkan penyesuaian terhadap dinamika eksternal, bukan tekanan fundamental dari dalam negeri.

Dengan volatilitas yang relatif terjaga, BI dinilai memiliki ruang kebijakan yang cukup untuk mempertahankan pendekatan moneter yang akomodatif.

Bank sentral juga dinilai konsisten menggunakan instrumen stabilisasi nilai tukar secara terukur, termasuk intervensi di pasar spot,

transaksi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X