Daya Tarik Investasi Indonesia Meningkat, Ekonom Global Angkat Peran Prabowo

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Rabu, 28 Januari 2026 | 10:26 WIB
Ekonom Global Sebut Indonesia Jadi Primadona Investasi di Era Prabowo - WartaPesona.com (Bandungnews.id)
Ekonom Global Sebut Indonesia Jadi Primadona Investasi di Era Prabowo - WartaPesona.com (Bandungnews.id)

WartaPesona.com - Indonesia dinilai semakin menempati posisi strategis sebagai tujuan investasi global di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Sejumlah ekonom internasional melihat arah kebijakan ekonomi Indonesia tidak hanya menjanjikan secara retoris,

tetapi juga didukung oleh kerangka eksekusi yang konkret dan kredibel di mata pasar global.

Penilaian tersebut disampaikan Chief Economist IQI Global, Shan Saeed, yang menyoroti kehadiran aktif Indonesia dalam Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) Davos 2026.

Menurutnya, partisipasi Indonesia dalam forum bergengsi tersebut mencerminkan keseriusan pemerintah membawa

visi kebijakan nasional ke dalam struktur ekonomi yang dapat dijalankan dan diukur oleh investor.

“Alokator modal global pada akhirnya merespons eksekusi yang terlembaga, bukan sekadar sinyal retoris.

Pendekatan Indonesia menunjukkan bagaimana niat kebijakan diterjemahkan menjadi platform investasi yang bisa dijalankan,” ujar Shan Saeed dalam laporan tertulisnya, Senin (26/1).

Baca Juga: Konsisten dari Menhan hingga Presiden, Prabowo Perjuangkan Kedaulatan Palestina

Tiga Pilar Strategi Investasi Indonesia

Shan Saeed menjelaskan bahwa daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi global bertumpu pada tiga aspek utama, yakni platform investasi, pipeline proyek, dan kredibilitas kebijakan.

Dari sisi platform, pemerintah Indonesia dinilai berhasil membangun mekanisme mobilisasi modal institusional melalui Danantara, yang diposisikan sebagai jangkar ko-investasi.

Skema ini memungkinkan keterlibatan investor global dalam proyek-proyek strategis nasional dengan struktur pembiayaan yang lebih terukur dan transparan.

Rencana penempatan dana hingga USD 14 miliar pada 2026, yang bersumber dari dividen portofolio dan dialokasikan kembali ke dalam negeri,

dinilai sebagai langkah penting dalam membangun pembentukan modal jangka panjang yang berkelanjutan dan dapat diperluas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X