Ia menyebut hampir seluruh aktivitas rumah tangga kini bergantung pada air yang mereka langsir.
“Mau nyuci harus langsir, mau mandi langsir, semua langsir,” lanjutnya.
Aktivitas tersebut tentu menguras tenaga, terutama bagi warga lanjut usia, perempuan, dan anak-anak.
Kondisi ini juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat keterbatasan air bersih dan sanitasi yang tidak memadai.
Baca Juga: Banjir Bandang Terjang Desa Penakir Pemalang, Warga Cerita Air Datang Berulang hingga Dini Hari
Bantuan Air Bersih Mulai Berkurang
Sebelumnya, sejumlah warga di wilayah perkotaan Aceh Tamiang juga sempat mengeluhkan krisis air minum.
Mereka menyebut bahwa pada masa awal pascabanjir, bantuan air bersih relatif mudah didapat.
Namun seiring waktu, bantuan tersebut mulai berkurang, sementara kebutuhan air tetap tinggi.
Warga pun berharap adanya solusi jangka panjang agar tidak terus bergantung pada bantuan darurat.
Kerusakan Infrastruktur Air di Aceh
Berdasarkan catatan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), dampak bencana banjir dan longsor di Provinsi Aceh terhadap infrastruktur air minum tergolong luas.
Tercatat sebanyak 52 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) terdampak di 11 kabupaten dan kota.
Akibat kerusakan tersebut, total kapasitas air bersih yang terganggu mencapai 2.151 liter per detik, kondisi yang berpotensi mengancam pasokan air bersih bagi puluhan ribu warga.
Hingga kini, proses pemulihan infrastruktur air bersih masih dilakukan secara bertahap oleh pemerintah bersama instansi terkait.
Baca Juga: Suara Gemuruh hingga Warga Berhamburan, Cerita Longsor Cisarua Bandung Barat
Upaya Pemulihan dan Peran Relawan
Selain upaya dari pemerintah, berbagai organisasi relawan turut mengambil peran dalam membantu warga.
Artikel Terkait
Suara Gemuruh hingga Warga Berhamburan, Cerita Longsor Cisarua Bandung Barat
Banjir Bandang Terjang Desa Penakir Pemalang, Warga Cerita Air Datang Berulang hingga Dini Hari
Jalan Terputus Pascabanjir, Anak-anak di Aceh Utara Kesulitan Berangkat Sekolah
Dua Bulan Pascabanjir, Air Bersih Masih Jadi Keluhan Utama Warga Bener Meriah