Dari jumlah tersebut, 17 jenazah telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Sementara itu, 8 jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi di rumah sakit setempat.
Proses ini memerlukan waktu karena kondisi korban yang tertimbun material tanah dalam waktu cukup lama.
Data sementara juga mencatat bahwa sekitar 30 rumah warga tertimbun longsoran tanah.
Selain korban yang telah ditemukan, dilaporkan sekitar 80 warga masih dinyatakan hilang dan terus dicari oleh tim SAR.
Baca Juga: Meski Sawah Terendam Lumpur Tebal, Petani Aceh Utara Tak Menyerah Lanjutkan Tanam Padi
Tantangan di Lapangan
Proses pencarian korban tidak berjalan mudah. Kondisi tanah yang masih labil memaksa petugas bekerja dengan sangat hati-hati untuk menghindari longsor susulan.
Selain itu, cuaca buruk dengan hujan yang terus turun membuat operasi SAR beberapa kali harus dihentikan sementara demi keselamatan petugas.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, relawan, serta tim anjing pelacak K-9 terus dikerahkan untuk memaksimalkan pencarian korban.
Alat berat juga digunakan untuk menyingkirkan material longsoran, meski penggunaannya dibatasi karena faktor keamanan.
Hingga kini, operasi pencarian masih terus berlangsung. Pemerintah daerah dan tim SAR berharap seluruh korban dapat segera ditemukan,
sementara masyarakat luas diminta terus mendoakan kelancaran proses evakuasi dan keselamatan seluruh petugas di lapangan. *****
Artikel Terkait
Bencana Longsor di Cisarua Bandung Barat Hancurkan Rumah Warga
Bencana Longsor Bandung Barat : Dedi Mulyadi Kritik Alih Fungsi Kawasan Pegunungan
Meski Sawah Terendam Lumpur Tebal, Petani Aceh Utara Tak Menyerah Lanjutkan Tanam Padi
Dampak Banjir Bandang Guci Terlihat hingga Pantai Larangan Tegal, Kayu dan Pipa Berserakan