WartaPesona.com – Dugaan intimidasi yang dilakukan oleh oknum driver ojek online (ojol) terhadap seorang pesepeda di Jakarta Pusat tengah menjadi sorotan publik.
Insiden tersebut viral setelah videonya tersebar luas di media sosial dan memicu beragam reaksi dari warganet.
Peristiwa ini pertama kali diunggah oleh akun Instagram @voxnetizens pada Selasa, 27 Januari 2026.
Dalam unggahan tersebut, terlihat seorang pesepeda merekam momen saat dirinya terlibat cekcok dengan seorang pria yang diduga merupakan driver ojol.
Kejadian itu disebut berlangsung di kawasan Dukuh Atas, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, yang diketahui memiliki jalur khusus sepeda.
Baca Juga: Dampak Banjir Bandang Guci Terlihat hingga Pantai Larangan Tegal, Kayu dan Pipa Berserakan
Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan korban, insiden bermula saat ia sedang mengendarai sepeda di jalur sepeda sambil merekam suasana sekitar.
Tiba-tiba, seorang pengendara motor membunyikan klakson secara berulang dan memaksanya untuk berhenti.
Setelah dihentikan, korban baru menyadari bahwa orang tersebut merupakan seorang driver ojol.
Alih-alih menegur dengan baik, oknum tersebut justru diduga langsung melontarkan makian dan teriakan kepada korban.
Korban yang diketahui bernama Fedryano Ravael mengungkapkan bahwa situasi semakin memanas ketika oknum driver ojol tersebut berusaha merebut ponselnya.
“Saya diteriakin tol*l. Saya bilang, ‘Saya mau ngambil kiri,’ terus dia berhentiin saya. HP saya dirampas sama dia,” ujar Fedryano dalam rekaman yang beredar.
Baca Juga: Meski Sawah Terendam Lumpur Tebal, Petani Aceh Utara Tak Menyerah Lanjutkan Tanam Padi
HP Hampir Dirampas, Dibantu Ojol Lain
Fedryano mengaku sangat terkejut dan merasa terintimidasi dengan perlakuan tersebut.
Artikel Terkait
Detik-detik Banjir Terjang Meureudu Pidie Jaya, Warga Kaget Air Tiba-tiba Masuk Rumah
Terjebak Macet akibat Banjir, Dokter Bedah Ini Pilih Jalan Kaki demi Selamatkan Jadwal Operasi
Meski Sawah Terendam Lumpur Tebal, Petani Aceh Utara Tak Menyerah Lanjutkan Tanam Padi
Dampak Banjir Bandang Guci Terlihat hingga Pantai Larangan Tegal, Kayu dan Pipa Berserakan