Banjir dipicu meluapnya Sungai Gung Guci setelah hujan turun terus-menerus selama beberapa hari di lereng Gunung Slamet.
Meski intensitas hujan tidak tergolong ekstrem, durasi hujan yang panjang membuat debit air sungai meningkat drastis hingga akhirnya meluap dan menerjang kawasan wisata serta permukiman sekitar.
Tercatat ada tiga titik wisata yang mengalami kerusakan parah, yakni Pancuran 13, Pancuran 5, dan Kolam Air Barokah.
Air bah membawa lumpur, batu, serta kayu gelondongan yang merusak berbagai fasilitas penunjang wisata.
Sejumlah jembatan di area Guci juga dilaporkan putus akibat terjangan banjir, di antaranya Jembatan Jedor, Jembatan Kaligung
di kawasan Pancuran 13, serta jembatan gantung di sekitar Pancuran 5. Kerusakan infrastruktur tersebut membuat akses wisata dan mobilitas warga terganggu.
Baca Juga: Banjir Bandang Terjang Purbalingga, Satu Dusun Terisolir Akibat Jembatan Ambruk
Penutupan Sementara dan Tiket Gratis Guci
Sebagai langkah pengamanan, Pemerintah Kabupaten Tegal menutup sementara dua lokasi favorit wisatawan, yakni Pancuran 13 dan Pancuran 5.
Penutupan dilakukan untuk menghindari risiko kecelakaan serta mempermudah proses pembersihan material sisa banjir.
Sebagai bentuk empati kepada wisatawan, Pemkab Tegal juga memutuskan untuk menggratiskan tiket masuk kawasan Wisata Guci selama masa pemulihan.
Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi kekecewaan pengunjung sekaligus memberi waktu bagi pemerintah dan pengelola untuk melakukan penataan ulang kawasan terdampak.
Sementara itu, pihak berwenang masih melakukan pembersihan material banjir dan pendataan kerusakan.
Warga diimbau tetap waspada mengingat kondisi cuaca di wilayah lereng Gunung Slamet masih berpotensi hujan, yang dapat memicu banjir susulan.
Dampak meluasnya material banjir hingga Pantai Larangan menjadi pengingat bahwa bencana di wilayah hulu dapat membawa konsekuensi serius hingga ke wilayah hilir, bahkan ke kawasan pesisir. *****
Artikel Terkait
Banjir Bandang Terjang Purbalingga, Satu Dusun Terisolir Akibat Jembatan Ambruk
Desa Penakir Pemalang Diterjang Banjir Bandang, Akses Jalan dan Jembatan Terdampak
Terjebak Macet akibat Banjir, Dokter Bedah Ini Pilih Jalan Kaki demi Selamatkan Jadwal Operasi
Meski Sawah Terendam Lumpur Tebal, Petani Aceh Utara Tak Menyerah Lanjutkan Tanam Padi