Dampak Banjir Bandang Guci Terlihat hingga Pantai Larangan Tegal, Kayu dan Pipa Berserakan

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Senin, 26 Januari 2026 | 14:02 WIB
Kondisi Pantai Larangan Tegal, Penuh Kayu hingga Pipa Air yang Terbawa dari Wisata Guci - WartaPesona.com (Kompas Regional)
Kondisi Pantai Larangan Tegal, Penuh Kayu hingga Pipa Air yang Terbawa dari Wisata Guci - WartaPesona.com (Kompas Regional)

Banjir dipicu meluapnya Sungai Gung Guci setelah hujan turun terus-menerus selama beberapa hari di lereng Gunung Slamet.

Meski intensitas hujan tidak tergolong ekstrem, durasi hujan yang panjang membuat debit air sungai meningkat drastis hingga akhirnya meluap dan menerjang kawasan wisata serta permukiman sekitar.

Tercatat ada tiga titik wisata yang mengalami kerusakan parah, yakni Pancuran 13, Pancuran 5, dan Kolam Air Barokah.

Air bah membawa lumpur, batu, serta kayu gelondongan yang merusak berbagai fasilitas penunjang wisata.

Sejumlah jembatan di area Guci juga dilaporkan putus akibat terjangan banjir, di antaranya Jembatan Jedor, Jembatan Kaligung

di kawasan Pancuran 13, serta jembatan gantung di sekitar Pancuran 5. Kerusakan infrastruktur tersebut membuat akses wisata dan mobilitas warga terganggu.

Baca Juga: Banjir Bandang Terjang Purbalingga, Satu Dusun Terisolir Akibat Jembatan Ambruk

Penutupan Sementara dan Tiket Gratis Guci

Sebagai langkah pengamanan, Pemerintah Kabupaten Tegal menutup sementara dua lokasi favorit wisatawan, yakni Pancuran 13 dan Pancuran 5.

Penutupan dilakukan untuk menghindari risiko kecelakaan serta mempermudah proses pembersihan material sisa banjir.

Sebagai bentuk empati kepada wisatawan, Pemkab Tegal juga memutuskan untuk menggratiskan tiket masuk kawasan Wisata Guci selama masa pemulihan.

Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi kekecewaan pengunjung sekaligus memberi waktu bagi pemerintah dan pengelola untuk melakukan penataan ulang kawasan terdampak.

Sementara itu, pihak berwenang masih melakukan pembersihan material banjir dan pendataan kerusakan.

Warga diimbau tetap waspada mengingat kondisi cuaca di wilayah lereng Gunung Slamet masih berpotensi hujan, yang dapat memicu banjir susulan.

Dampak meluasnya material banjir hingga Pantai Larangan menjadi pengingat bahwa bencana di wilayah hulu dapat membawa konsekuensi serius hingga ke wilayah hilir, bahkan ke kawasan pesisir. *****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X