WartaPesona.com – Sejumlah desa di lereng Gunung Slamet, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, diterjang banjir bandang yang disertai tanah longsor pada Sabtu dini hari, 24 Januari 2026.
Bencana terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan hulu gunung dengan intensitas tinggi dan durasi cukup lama.
Hujan lebat tersebut menyebabkan aliran air dari lereng Gunung Slamet membawa material alam berupa lumpur, batu, dan kayu ke wilayah hilir.
Material tersebut kemudian menerjang permukiman warga dan menutup akses jalan di sejumlah dusun terdampak.
Akibat banjir bandang dan longsor itu, sejumlah wilayah di Purbalingga mengalami kerusakan cukup parah.
Jalan desa dan kabupaten tertutup material, jembatan penghubung ambruk, serta ratusan rumah warga terdampak, baik rusak ringan hingga rusak berat.
Baca Juga: Kemenkeu Tegaskan Kabar Rp200 Triliun di Bank Himbara Menguap adalah Hoaks
Gotong Royong Warga dan Aparat Buka Akses Dusun Terisolir
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga, sedikitnya dua dusun dilaporkan terisolir akibat tertutupnya akses jalan oleh material longsor.
Kondisi ini menghambat mobilitas warga serta distribusi bantuan bagi korban terdampak.
Untuk membuka akses tersebut, warga setempat bersama aparat TNI dan Polri melakukan gotong royong membersihkan jalan di Dusun Bambangan, Desa Kutabawa, Purbalingga.
Mereka membuka jalur sementara atau jalur darurat agar bantuan logistik dapat segera disalurkan.
“Dari warga dan aparat TNI Polri menuju lokasi pembuatan jalur sementara atau jalur darurat yang bisa diakses untuk menyalurkan bantuan,”
demikian keterangan dalam video yang diunggah akun Instagram @purbalingga.hitz, Minggu (25/1/2026).
Dalam unggahan yang sama disebutkan bahwa terdapat dua dusun yang mengalami keterisolasian cukup parah, terutama di wilayah Gunung Malang.
Artikel Terkait
Perjalanan Ekstrem Relawan ke Dusun Sarah Raja Aceh Utara, Lawan Arus Sungai Demi Bantuan
Aduan Banjir Warga Harapan Indah Bekasi Viral, KDM Desak Tanggung Jawab Developer
Di Tengah Bencana Banjir, Anak-anak Bekasi Tetap Ceria Main Air Bak Wahana Rekreasi
Kemenkeu Tegaskan Kabar Rp200 Triliun di Bank Himbara Menguap adalah Hoaks