WartaPesona.com - Salah satu wilayah yang hingga kini masih terisolir adalah Dusun Sarah Raja, Desa Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.
Dusun yang berada di kawasan pedalaman itu menjadi gambaran nyata bahwa dampak bencana belum sepenuhnya teratasi.
Kondisi Dusun Sarah Raja kembali menjadi perhatian publik setelah dibagikan oleh seorang relawan sekaligus influencer, Manda, melalui akun Instagram pribadinya @mnztl__.
Dalam unggahannya, Manda memperlihatkan realitas pahit yang masih dihadapi warga hampir dua bulan pascabanjir bandang.
Masih Tanpa Listrik dan Air Bersih
Dalam keterangannya, Manda menyebut Dusun Sarah Raja masih mengalami krisis fasilitas dasar.
Hingga kini, listrik belum kembali menyala dan warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
“Yang terhormat kepada seluruh relawan banjir Aceh, tolong jangan datang ke desa yang viral aja.
Tolong bantu desa yang terisolir ini,” tulis Manda dalam unggahan videonya, dikutip Jumat, 23 Januari 2026.
Ia menegaskan bahwa warga di dusun tersebut sudah hampir dua bulan hidup tanpa listrik dan sanitasi yang layak.
“Hampir 2 bulan mereka belum punya listrik, air bersih, mandi dll pakai air sungai,” lanjutnya.
Kondisi ini membuat warga harus bertahan dengan segala keterbatasan. Air sungai menjadi satu-satunya sumber
untuk mandi, mencuci, hingga kebutuhan sehari-hari lainnya, meski kualitasnya jauh dari standar kesehatan.
Baca Juga: Kisah Haru Warga Pidie Jaya, Tetap Memasak di Dapur Umum Meski Ikut Terdampak Banjir
Akses Sulit, Relawan Harus Lawan Arus Sungai
Video yang diunggah Manda juga memperlihatkan perjuangan berat para relawan untuk mencapai Dusun Sarah Raja.
Artikel Selanjutnya
Pascabanjir Bandang, Rumah Warga Pidie Jaya Masih Dipenuhi Lumpur dan Sisa Material
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Artikel Terkait
Pascabanjir Bandang, Rumah Warga Pidie Jaya Masih Dipenuhi Lumpur dan Sisa Material
Protes Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Kades di Sragen Nekat Aksi Mandi Lumpur
Pasar di Karanganyar Diterjang Angin Puting Beliung, Dagangan Pedagang Beterbangan
Kisah Haru Warga Pidie Jaya, Tetap Memasak di Dapur Umum Meski Ikut Terdampak Banjir