Baca Juga: Kemenkeu Tegaskan Kabar Rp200 Triliun di Bank Himbara Menguap adalah Hoaks
Ratusan Warga Dievakuasi ke Lokasi Aman
Pemerintah Kabupaten Pemalang bergerak cepat melakukan evakuasi terhadap warga terdampak.
Dalam video terbaru yang diunggah akun resmi Pemkab Pemalang pada Minggu (25/1/2026), disebutkan bahwa warga dari wilayah rawan telah dipindahkan ke sejumlah titik pengungsian yang dinilai aman.
Beberapa lokasi pengungsian antara lain Gedung Kecamatan Pulosari, SD Negeri Penakir 2, gedung milik Nahdlatul Ulama (NU), serta sejumlah posko darurat yang disiapkan di lingkungan desa.
“Untuk di kecamatan kurang lebih 400 orang dan mungkin untuk di SD sekitar 600 atau lebih. Untuk yang masih di posko-posko yang kami anggap aman ada empat RT dan satu RT di madrasah,” ujar Kepala Desa Penakir, Agus, saat ditemui di lokasi kejadian.
Dengan jumlah pengungsi yang mencapai ratusan orang, kebutuhan logistik pun meningkat.
Pemerintah desa dan relawan terus berupaya memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.
“Barangkali ada balita yang membutuhkan, kami juga butuh obat-obatan atau peralatan untuk balita atau bayi,” tambah Agus.
Selain logistik makanan, pengungsi juga membutuhkan alas tidur, selimut, air bersih, serta perlengkapan kesehatan untuk mencegah munculnya penyakit pascabencana.
Baca Juga: Di Tengah Bencana Banjir, Anak-anak Bekasi Tetap Ceria Main Air Bak Wahana Rekreasi
Satu Korban Jiwa Tercatat Meninggal Dunia
Di tengah upaya penanganan bencana, BPBD Kabupaten Pemalang mencatat adanya korban jiwa akibat banjir bandang tersebut.
Hingga Sabtu (24/1/2026), satu warga laki-laki dari Dusun Wanasari, Desa Penakir, dilaporkan meninggal dunia.
Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, serta relawan masih melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan jumlah kerusakan rumah, fasilitas umum, dan dampak lainnya.
BPBD Imbau Warga Waspada Banjir Susulan
Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Pemalang mengimbau warga, khususnya yang tinggal di sepanjang aliran sungai dan lereng Gunung Slamet, untuk meningkatkan kewaspadaan.
Warga diminta mengurangi aktivitas di area sungai dan tidak mendekati aliran air, terutama saat hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Artikel Terkait
Aduan Banjir Warga Harapan Indah Bekasi Viral, KDM Desak Tanggung Jawab Developer
Di Tengah Bencana Banjir, Anak-anak Bekasi Tetap Ceria Main Air Bak Wahana Rekreasi
Kemenkeu Tegaskan Kabar Rp200 Triliun di Bank Himbara Menguap adalah Hoaks
Banjir Bandang Terjang Purbalingga, Satu Dusun Terisolir Akibat Jembatan Ambruk