Anak-anak harus belajar berhimpitan, tanpa fasilitas penunjang yang memadai seperti papan tulis, meja belajar yang layak, maupun perlengkapan sekolah lainnya.
Selain itu, jarak shelter dari rumah siswa juga menjadi tantangan tersendiri. Medan yang sulit dan akses jalan yang belum sepenuhnya pulih membuat anak-anak harus menempuh perjalanan lebih jauh dan melelahkan untuk bisa mengikuti pelajaran.
Baca Juga: Haru di Posko Kesehatan, Seorang Ayah Berjuang Cari Obat demi Kesembuhan Anaknya
Harapan Kecil pada Pemerintah
Di tengah keterbatasan tersebut, Khaira menyimpan harapan besar agar sekolahnya bisa segera diperbaiki.
Dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan pesan kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti.
“Pak Menteri, bantu dong sekolah Khaira. Khaira mau sekolah lagi,” ucapnya sambil menahan tangis.
Ungkapan sederhana itu menjadi simbol kerinduan anak-anak terdampak bencana untuk kembali merasakan suasana belajar yang normal, aman, dan nyaman.
Pemilik akun Instagram yang mengunggah video tersebut pun menekankan pentingnya percepatan pemulihan pendidikan di wilayah terdampak.
“Makanya perlu kembali menormalisasi pendidikan di sini, terutama dengan membangun fasilitas pendidikan yang baru, yang bagus sesuai sedia kala,” tulisnya.
Ribuan Sekolah Terdampak di Sumatera
Data dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menunjukkan bahwa dampak bencana terhadap sektor pendidikan di Sumatera sangat signifikan.
Di Provinsi Sumatera Barat, tercatat sebanyak 501 sekolah terdampak banjir bandang dan tanah longsor.
Kondisi paling parah terjadi di Provinsi Aceh dengan jumlah sekolah terdampak mencapai 2.756 unit.
Sementara itu, di Provinsi Sumatera Utara, sebanyak 1.213 sekolah dilaporkan mengalami kerusakan akibat bencana serupa.
Jika digabungkan, total ada 4.470 satuan pendidikan di tiga provinsi tersebut yang membutuhkan penanganan pascabencana,
Artikel Terkait
Melawan Arus Banjir Aceh, Seorang Ibu Nyaris Rela Berkorban agar Anaknya Selamat
Terisolir Pascabencana, Warga Linge Aceh Tengah Tempuh Medan Sungai dan Tebing Demi Jual Durian ke Kota
Haru di Posko Kesehatan, Seorang Ayah Berjuang Cari Obat demi Kesembuhan Anaknya
Aksi Kemanusiaan Togap MCI di Aceh Tamiang, Masak dan Berbagi untuk Korban Banjir