Smartwatch Kopilot Jadi Petunjuk Awal Pencarian Pesawat ATR 42-500

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Selasa, 20 Januari 2026 | 10:47 WIB
Pengakuan Kerabat Kopilot Pesawat ATR 42-500, Sebut Smartwatch Masih Aktif dan Deteksi Pergerakan Langkah Kaki - WartaPesona.com (Lamongan Network - Jatim Network)
Pengakuan Kerabat Kopilot Pesawat ATR 42-500, Sebut Smartwatch Masih Aktif dan Deteksi Pergerakan Langkah Kaki - WartaPesona.com (Lamongan Network - Jatim Network)

WartaPesona.com – Di tengah proses pencarian korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung,

Sulawesi Selatan, publik dikejutkan oleh pengakuan salah satu kerabat kopilot Farhan Gunawan.

Kerabat menyebut adanya aktivitas mencurigakan dari smartwatch milik Farhan yang masih mendeteksi pergerakan langkah kaki pascakejadian.

Pengakuan tersebut disampaikan oleh Pitri Keandedes Hasibuan, kerabat Farhan, melalui unggahan video di media sosial yang kemudian viral.

Dalam video itu, Pitri mengungkapkan bahwa data dari smartwatch Farhan menunjukkan penambahan jumlah langkah kaki di waktu-waktu tertentu setelah pesawat dinyatakan jatuh.

Informasi tersebut memunculkan secercah harapan di tengah kekhawatiran keluarga dan publik terkait nasib kru dan penumpang pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar milik Indonesia Air Transport (IAT).

Baca Juga: Pesawat ATR Indonesia Air Transport Rute Yogyakarta – Makassar Hilang Kontak di Kawasan Leang-leang Maros

Klaim Smartwatch Masih Mendeteksi Pergerakan

Pitri menjelaskan bahwa ponsel milik Farhan ditemukan di area hutan dan kini berada di tangan adiknya, yang diketahui merupakan kekasih Farhan.

Ponsel tersebut masih terhubung dengan smartwatch yang biasa digunakan Farhan sehari-hari.

“Pesawat jatuh tanggal 17 (Januari 2026), terus tanggal 18 dilakukan pencarian dan HP-nya Farhan dapat di hutan. Sekarang HP-nya dipegang adik saya,”

ujar Pitri, dikutip dari video yang diunggah akun Instagram @makasar_iinfo, Senin, 19 Januari 2026.

Ia menyebutkan bahwa saat data smartwatch diperiksa, terlihat adanya aktivitas langkah kaki yang terekam sejak pagi hari hingga malam.

“HP dia itu terhubung ke smartwatch-nya. Terus dicek ternyata ada pergerakan langkah kaki Farhan. Dari pagi jam 06.00 WITA ada berapa langkah, lalu bertambah lagi jam 10.00 WITA sampai malam juga ada,” imbuhnya.

Menurut Pitri, jumlah langkah yang tercatat di smartwatch terus mengalami penambahan, sehingga menimbulkan keyakinan bahwa Farhan masih berusaha bergerak di lokasi kejadian.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X