Kisah Guru Aceh Tengah Seberangi Sungai Pakai Tali Berujung Solusi, Jembatan Darurat Kini Bisa Dilalui Warga

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Rabu, 14 Januari 2026 | 17:00 WIB
Jembatan ke Kampung Bah, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah sudah dibangun menjadi lebih layak dan aman untuk warga - WartaPesona.com (reporta.id)
Jembatan ke Kampung Bah, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah sudah dibangun menjadi lebih layak dan aman untuk warga - WartaPesona.com (reporta.id)

Salah satunya berada di Desa Burlah. Di lokasi tersebut, warga bersama personel TNI membangun jembatan dari kayu balok agar bisa dilalui pejalan kaki hingga kendaraan roda dua.

Meski bersifat sementara, jembatan ini sangat membantu warga dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Pembangunan jembatan-jembatan darurat ini menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan di tengah keterbatasan, sekaligus menjadi bagian penting dari proses pemulihan pascabencana.

Baca Juga: Mahasiswa Kalsel Sampaikan Aspirasi ke Wapres Gibran, Soroti Dugaan Skandal Izin Tambang

Viral Aksi Guru di Hari Pertama Sekolah Pascabencana

Momen yang menyita perhatian publik itu pertama kali viral saat seorang guru mengunggah video perjuangannya menuju sekolah pada hari pertama masuk pascabencana, yakni 5 Januari 2026.

Dalam video yang diunggah melalui akun TikTok @rahmisasmitasari pada Senin, 5 Januari 2026, terlihat dua orang guru menyeberangi sungai dengan arus deras menggunakan tali sling.

Dengan bantuan warga dan personel TNI, mereka bergantian ditarik dari seberang demi bisa sampai ke sekolah tempat mereka mengajar.

“Hari pertama sekolah pascabencana banjir bandang dan longsor, 5 Januari 2026. Spot jantung ngeri-ngeri sedap,” tulis sang guru dalam caption unggahannya.

Suasana tegang pun terasa saat tali sling sempat melambat di tengah sungai.

“Ini kalau putus kayak mana? Astaghfirullah, jangan di tengah ini diberhentiin,” teriaknya dengan nada histeris, menggambarkan betapa besar risiko yang harus dihadapi demi menjalankan tugas sebagai pendidik.

Baca Juga: Masak Puluhan Ribu Porsi di Lokasi Bencana, Aksi Bobon Santoso Bawa Senyum untuk Warga Aceh

Akses Terbuka, Harapan Warga Kembali Tumbuh

Selama beberapa pekan pascabencana, warga di sejumlah desa Aceh Tengah terpaksa menggantungkan aktivitasnya pada jalur darurat yang berbahaya.

Terputusnya jembatan utama tidak hanya menghambat mobilitas harian, tetapi juga berdampak besar pada sektor ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.

Distribusi hasil pertanian tersendat, anak-anak kesulitan bersekolah, dan akses menuju fasilitas kesehatan menjadi jauh lebih sulit.

Dengan mulai dibangunnya jembatan-jembatan darurat yang lebih layak, harapan warga pun kembali tumbuh.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X