Sementara itu, pertunjukan Mens Rea direkam dan ditayangkan sebelum aturan tersebut diberlakukan.
“Karena ketentuan ini dimuat di dalam KUHP baru yang berlaku sejak tanggal 2 Januari, sementara Pandji menyampaikan materinya di bulan Desember,” jelasnya.
Guru Besar Hukum Tata Negara itu pun menegaskan komitmennya untuk membela Pandji apabila di kemudian hari sang komika dipersoalkan secara hukum.
“Tidak akan dihukum Mas Pandji. Tenang, nanti saya yang bela,” tegas Mahfud.
Dorong Judicial Review KUHP Baru
Lebih lanjut, Mahfud juga menyoroti kekhawatiran publik terkait pasal-pasal dalam KUHP baru yang dinilai berpotensi membatasi kebebasan berekspresi, termasuk kritik dan satire politik.
Menurutnya, mekanisme konstitusional berupa judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK) merupakan langkah yang tepat untuk menguji pasal-pasal tersebut.
“Memang ke depannya itu, makanya saya setuju dibawa ke judicial review. Iya, dibawa saja,” tandas Mahfud.
Mahfud menilai, kritik melalui seni, termasuk stand up comedy, merupakan bagian dari demokrasi selama tidak disertai niat jahat atau serangan personal yang merendahkan martabat secara serius.
Roasting Gibran Picu Pro Kontra
Salah satu materi Pandji yang paling ramai diperbincangkan adalah saat ia meroasting Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.
Dalam Mens Rea, Pandji menyinggung ekspresi wajah Gibran yang menurutnya terlihat seperti orang mengantuk.
“Ada yang milih pemimpin berdasarkan tampang, banyak. Ganjar, ganteng ya. Anies, manis ya,” ujar Pandji dalam pertunjukan tersebut.
Candaan itu berlanjut dengan menyebut nama Gibran, yang langsung memicu gelombang pro dan kontra.
“Atau Wakil Presidennya, Gibran, ngantuk ya. Salah nada, salah nada. Maaf, Gibran ngantuk ya? Nah, gitu nadanya,” ucap Pandji disambut tawa penonton.
“Gibran ngantuk ya? Kayak orang ngantuk dia,” imbuhnya.
Artikel Terkait
Nadiem Makarim Tegaskan Tak Terima Aliran Dana Rp809 Miliar dalam Perkara Chromebook
Aditya Zoni Buka Dugaan Intimidasi terhadap Ammar Zoni di Rutan, Sebut Kakaknya Dipaksa Akui Edarkan Sabu
Mahfud MD Angkat Suara soal Teror terhadap Influencer, Sebut Warga Kini Tak Bebas Berpendapat di Medsos
Di Podcast Denny Sumargo, Ahok Buka Suara soal Regulasi Pilkada hingga Polemik Stand Up Komedi