Meski tidak dirancang sebagai sarana penyeberangan, tali sling itu menjadi harapan satu-satunya bagi warga untuk tetap menjalani kehidupan sehari-hari.
Tali sling tidak hanya digunakan untuk menyeberang oleh warga, tetapi juga berfungsi sebagai jalur untuk mengangkut hasil bumi.
Komoditas seperti durian, cabai, kopi, hingga beras harus melewati jalur berbahaya ini agar bisa sampai ke pasar dan memenuhi kebutuhan ekonomi warga.
Keberadaan tali sling kini menjadi urat nadi bagi sejumlah desa di Kecamatan Ketol, antara lain Desa Kekuyang, Desa Burlah, Desa Bintang Pepara, dan Desa Buge Ara.
Baca Juga: Puluhan Warga Aceh Bersatu Tarik Mobil PLN di Jalan Licin Demi Listrik Kembali Menyala
Pemerintah Daerah Sampaikan Keluhan ke Pusat
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, sebelumnya telah menyampaikan persoalan akses dan keterisolasian desa-desa di Kecamatan Ketol kepada pemerintah pusat.
Ia mengaku telah melaporkan langsung kondisi tersebut kepada Presiden Republik Indonesia serta sejumlah menteri terkait dalam agenda rapat bersama, dengan harapan percepatan penanganan infrastruktur pascabencana dapat segera dilakukan.
Pembangunan Hunian Sementara Mulai Disiapkan
Selain merusak akses jalan dan jembatan, banjir bandang dan tanah longsor juga menghancurkan rumah-rumah warga, memaksa ratusan keluarga bertahan di pengungsian selama lebih dari satu bulan.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, hingga saat ini terdapat 128 Kepala Keluarga (KK) yang masih tinggal di lokasi pengungsian.
Sebagai langkah pemulihan awal, pemerintah daerah tengah mempersiapkan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak di Kecamatan Ketol.
Huntara tersebut direncanakan akan dibangun di tiga lokasi berbeda, masing-masing diperuntukkan bagi warga Desa Serempah, Desa Burlah, dan Desa Bintang Pepara.
Hunian sementara akan dibangun dalam bentuk blok, dengan satu blok terdiri dari lima unit hunian, guna menampung keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.
Pemerintah berharap pembangunan huntara ini dapat segera rampung agar warga tidak terus-menerus tinggal di pengungsian,
sembari menunggu pembangunan infrastruktur permanen yang mampu memulihkan akses dan kehidupan warga Kecamatan Ketol secara menyeluruh. *****
Baca Juga: Di Tengah Duka Pascabencana, Ibu-ibu Aceh Temukan Kebahagiaan Saat Pakai Baju Persit
Artikel Terkait
Di Tengah Duka Pascabencana, Ibu-ibu Aceh Temukan Kebahagiaan Saat Pakai Baju Persit
Puluhan Warga Aceh Bersatu Tarik Mobil PLN di Jalan Licin Demi Listrik Kembali Menyala
Banjir Susulan Terjang Agam Sumbar, Lumpur Tebal dan Batu Penuhi Jalan Permukiman
Akses Terputus, Relawan Bidan Gunakan Rakit dan Nyaris Tenggelam di Sungai Kala Ili Aceh Tengah