Terputus Pascabanjir, Warga Ketol Aceh Tengah Bertahan Hidup dengan Akses Tali Sling

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Selasa, 6 Januari 2026 | 11:30 WIB
Warga di Kecamatan Ketol masih menggantungkan hidupnya pada tali sling di atas sungai berarus deras dan gelap gulita - WartaPesona.com (Lamongan Network - Jatim Network)
Warga di Kecamatan Ketol masih menggantungkan hidupnya pada tali sling di atas sungai berarus deras dan gelap gulita - WartaPesona.com (Lamongan Network - Jatim Network)

WartaPesona.com - Di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, kondisi darurat masih membelenggu kehidupan sehari-hari warga.

Lebih dari sebulan pascabanjir, beberapa desa di wilayah ini masih terisolasi akibat rusaknya infrastruktur jalan dan jembatan yang diterjang banjir bandang serta longsor.

Tali Sling Jadi Satu-satunya Akses

Di tengah keterbatasan tersebut, warga Kecamatan Ketol hanya bisa menggantungkan hidup pada tali sling yang dipasang melintang di atas sungai.

Tali tersebut menjadi satu-satunya penghubung antar desa yang kini terpisah oleh arus sungai yang deras dan lebar.

Tanpa jembatan permanen maupun darurat, tali sling menjadi jalur paling memungkinkan agar warga tetap bisa beraktivitas, meski setiap langkah menyimpan risiko terjatuh dan hanyut terbawa arus.

Baca Juga: Akses Terputus, Relawan Bidan Gunakan Rakit dan Nyaris Tenggelam di Sungai Kala Ili Aceh Tengah

Momen Ayah dan Anak Menantang Arus Sungai

Salah satu momen yang menggambarkan beratnya kondisi tersebut terekam dalam sebuah video yang diunggah akun Instagram @explore_ketol.

Video tersebut memperlihatkan perjuangan seorang ayah dan anak asal Desa Burlah saat menyeberangi sungai di malam hari.

Dalam rekaman itu, sang ayah dan anak terlihat berpegangan erat pada tali sling, sementara di bawah mereka arus sungai mengalir deras.

Kondisi semakin berbahaya karena minimnya penerangan di sekitar lokasi.

“Sebanyak sembilan desa masih terisolir, terputus dari akses utama, dan harus menjalani kehidupan dalam gelap gulita tanpa aliran listrik,” tulis keterangan video yang diunggah pada Senin, 5 Januari 2026.

Penerangan yang digunakan warga pun sangat terbatas. Terlihat hanya cahaya flash telepon genggam dan lampu senter yang membantu mereka memantau jalur penyeberangan agar tidak terpeleset atau kehilangan pegangan.

Baca Juga: Banjir Susulan Terjang Agam Sumbar, Lumpur Tebal dan Batu Penuhi Jalan Permukiman

Urat Nadi Mobilitas dan Ekonomi Warga

Tali sling yang digunakan warga tersebut diketahui berasal dari kabel listrik milik PLN yang dimanfaatkan secara darurat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X