WartaPesona.com - Pengembangan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan 3 Destinasi Regeneratif menjadi fokus utama Kementerian Pariwisata dalam mewujudkan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.
Langkah strategis ini ditempuh melalui penyusunan Rencana Induk Destinasi Pariwisata Nasional atau RIDPN untuk memberikan arah pengembangan yang jelas dan terstruktur.
Saat ini, 5 Destinasi Pariwisata Prioritas telah memiliki RIDPN yang ditetapkan, yaitu Manado-Likupang, Bangka Belitung, Lombok-Gili Trawangan, Raja Ampat, Borobudur-Yogyakarta-Prambanan, dan Danau Toba.
Sementara itu, 4 destinasi lainnya yakni Bromo-Tengger-Semeru, Labuan Bajo, Morotai, dan Wakatobi telah menyelesaikan draf RIDPN dan akan segera ditetapkan melalui Peraturan Presiden, hal ini diungkapkan oleh Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana pada Jumpa Pres Akhir Tahun, Selasa, 16 Desember 2025 di kantornya.
Baca Juga: Menteri Pariwisata Ungkap Penyerapan 25,91 Juta Pekerja Pariwisata: Kemenpar Cetak SDM Terampil Melalui Pelatihan Komprehensif
Pencapaian membanggakan datang dari Geopark Danau Toba yang berhasil meraih kembali status Green Card dari UNESCO pada 2025.
Ini merupakan prestasi luar biasa mengingat sebelumnya geopark ini menerima Yellow Card pada 2023.
Keberhasilan revalidasi ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengelola destinasi sesuai standar internasional.
Kedua geopark Indonesia lainnya juga berhasil mempertahankan status Green Card, membuktikan konsistensi dalam pengelolaan kawasan konservasi geologi.
Kementerian Pariwisata secara aktif mengawal proses revalidasi dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Pengembangan destinasi tidak hanya fokus pada aspek fisik, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Program destinasi regeneratif memastikan bahwa aktivitas pariwisata memberikan dampak positif bagi lingkungan dan komunitas, bukan sebaliknya.
Kolaborasi solid dengan seluruh Kementerian dan Lembaga menjadi kunci keberhasilan pengembangan infrastruktur dan konektivitas.
Dari pembangunan bandara, pelabuhan, jalan akses, hingga fasilitas pendukung pariwisata, semua dilakukan secara terintegrasi untuk memberikan pengalaman wisata yang optimal bagi pengunjung domestik maupun mancanegara.***
Artikel Terkait
Menteri Pariwisata : Wisatawan Nusantara Gerakkan Ekonomi Lokal, 998 Juta Perjalanan Wisnus Dorong Perputaran Ekonomi Rp 23,76 Triliun
Menteri Widiyanti : Prestasi Internasional Angkat Citra Pariwisata Indonesia, Raih 153 Penghargaan, Dua Kali Lipat dari 2024
Widiyanti Ungkap Wonderful Indonesia Scale Up Hub: Program Pendampingan UKM Pariwisata Menuju Standar Global dan Berdampak
Menteri Pariwisata Ungkap Penyerapan 25,91 Juta Pekerja Pariwisata: Kemenpar Cetak SDM Terampil Melalui Pelatihan Komprehensif