Darurat Air Bersih, Warga Aceh Tamiang Bertahan 15 Hari Gunakan Air Hijau Bekas Pabrik Sawit

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Rabu, 24 Desember 2025 | 14:50 WIB
Warga Aceh Tamiang terpaksa konsumsi air hijau di bekas pabrik sawit selama 15 hari karena krisis air bersih - WartaPesona.com (Kabar Megapolitan)
Warga Aceh Tamiang terpaksa konsumsi air hijau di bekas pabrik sawit selama 15 hari karena krisis air bersih - WartaPesona.com (Kabar Megapolitan)

Meski demikian, warga mengaku hingga kini belum merasakan dampak kesehatan serius akibat penggunaan air tersebut.

Tidak ada keluhan seperti sakit perut, muntah, atau diare yang mereka rasakan, meski air yang dikonsumsi jelas tidak memenuhi standar air bersih.

“Enggak ada (sakit perut), pertolongan Tuhan tentunya,” ucap warga tersebut, mencerminkan sikap pasrah sekaligus keyakinan spiritual di tengah keterbatasan.

Situasi ini menunjukkan betapa gentingnya kondisi yang dihadapi masyarakat terdampak banjir di Aceh Tamiang.

Baca Juga: Berbekal Senter dan Alat Seadanya, Warga Pematang Durian Bersihkan Jembatan di Tengah Gelap

Kebutuhan dasar seperti air bersih yang seharusnya menjadi prioritas utama, justru menjadi barang langka yang sulit diakses oleh warga.

Penggunaan air dari bekas pabrik kelapa sawit dalam jangka panjang tentu berisiko terhadap kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya.

Tanpa penanganan cepat, kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu munculnya penyakit berbasis air, seperti diare, infeksi kulit, hingga gangguan pencernaan.

Kisah pilu dari kawasan bekas pabrik ini menjadi alarm keras bagi pihak terkait mengenai urgensi pendistribusian air bersih dan perbaikan infrastruktur pascabanjir.

Keberanian warga mengonsumsi air yang telah menghijau bukanlah bentuk ketidakpedulian, melainkan bukti nyata bahwa kebutuhan hidup dasar telah memaksa mereka mengambil risiko besar demi bertahan.

Di tengah bencana dan keterbatasan, harapan warga Aceh Tamiang kini tertuju pada uluran tangan pemerintah dan para relawan agar akses air bersih segera tersedia, sehingga mereka tidak lagi harus mempertaruhkan kesehatan demi sekadar memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. *****

Baca Juga: Banjir Bandang Aceh Tamiang Sisakan Kayu Super Besar, Warga Sebut Tak Pernah Terlihat Sebelumnya

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X