Ia juga menambahkan bahwa tidak ada satu pun rumah warga yang tersisa utuh. Seluruh bangunan rata dengan tanah atau hanyut tersapu banjir.
“Semua rumah di sini lenyap, hanya menggunakan terpal, warga di sini bahu-membahu mendirikan tempat tinggal sementara,” imbuhnya.
Berdasarkan informasi yang disampaikan, terdapat sekitar 260 kepala keluarga dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 1.200 jiwa yang terdampak langsung di Desa Sekumur.
Baca Juga: Kawasan Wisata Guci Tegal Diterjang Banjir Bandang, Fasilitas Pancuran Alami Terdampak
Logistik Aman, Sarana Ibadah dan Sekolah Kurang
Meski kondisi fisik permukiman rusak parah, sejumlah warga menyampaikan bahwa bantuan logistik untuk kebutuhan sehari-hari relatif aman berkat donasi masyarakat dan bantuan dari berbagai pihak.
“Alhamdulillah ada donasi masyarakat, dari luar sana ada bantuan. Misal sembako, Alhamdulillah sudah aman,” ujar salah seorang warga.
Namun demikian, warga mengaku masih sangat membutuhkan perlengkapan ibadah, terlebih menjelang bulan Ramadan.
“Yang jelas, yang tercepat alat sarana ibadah, Bu. Kebetulan puasa sudah tidak lama lagi, selain itu akses jalan,” lanjut warga tersebut.
Selain sarana ibadah, kebutuhan perlengkapan sekolah juga menjadi perhatian. Seorang anak yang berbincang dengan Marlina Usman menyampaikan harapannya agar mendapat sepatu, pakaian sekolah, dan peralatan belajar.
“Minta sepatu sama baju sekolah, terus peralatan sekolah. Itu juga sama Al-Qur’an karena pada hanyut,” ungkapnya polos.
Baca Juga: Aksi Mulia Justin Barki : Medali Emas SEA Games 2025 Dipersembahkan untuk Korban Bencana Sumut
Belum Ada Alat Berat Bersihkan Puing
Hingga lebih dari tiga pekan pascabencana, warga Desa Sekumur juga mengeluhkan belum adanya alat berat yang diturunkan untuk membersihkan puing-puing sisa banjir.
Banjir bandang membawa serta kayu-kayu besar yang kini menumpuk di area permukiman.
“Coba lihat ini, darimana ini dimulai, sudah 22 hari belum ada apa-apa. Satu beko pun nggak ada,” ujar Marlina dalam video tersebut.
Ia menegaskan bahwa derasnya arus air yang membawa potongan kayu berukuran besar menjadi penyebab utama hancurnya rumah-rumah warga.
Artikel Terkait
Aksi Mulia Justin Barki : Medali Emas SEA Games 2025 Dipersembahkan untuk Korban Bencana Sumut
Kawasan Wisata Guci Tegal Diterjang Banjir Bandang, Fasilitas Pancuran Alami Terdampak
Bencana Agam Sumbar Terkini : 192 Orang Meninggal, 72 Masih Hilang
Demi Bantuan Logistik, Warga Tapteng Harus Lewati Medan Hutan Licin dan Terjal