Mereka juga berpegangan pada batang pohon dan semak-semak di sekitar jalur untuk menjaga keseimbangan saat mendaki atau menuruni medan yang licin.
Jalan beraspal baru dapat dijumpai setelah warga berhasil melewati hutan dan ladang di bagian atas.
Meski demikian, jarak tempuh yang jauh dan medan yang berat membuat perjalanan tersebut memakan waktu lama dan menguras tenaga.
Baca Juga: Kawasan Wisata Guci Tegal Diterjang Banjir Bandang, Fasilitas Pancuran Alami Terdampak
Jalan Desa Simaninggir Masih Terputus
Sementara itu, kondisi terkini akses jalan Desa Simaninggir juga diunggah oleh seorang influencer melalui akun Instagram @carramell_.
Dalam unggahannya, terlihat badan jalan aspal yang terputus akibat longsor, dengan tanah amblas membelah jalan di bagian tengah sehingga sama sekali tidak dapat dilewati kendaraan.
“Ini merupakan hari ke-24 terputusnya jalan yang menghubungkan akses dari Medan menuju Sibolga. Semoga lekas ditangani dengan serius,” tulisnya dalam keterangan unggahan pada Minggu, 21 Desember 2025.
Ia juga menyoroti dampak sosial dari terputusnya akses tersebut. Menurutnya, terdapat ratusan warga yang setiap hari harus berjuang berjalan kaki, menuruni dan menaiki bukit, hanya untuk mengambil bahan makanan dari posko bantuan dan membawanya kembali ke rumah masing-masing.
“Ada ratusan masyarakat yang harus berjuang setiap harinya berjalan menuruni dan menaiki bukit untuk bisa membawa bahan makanan dari posko bantuan dan dibawa ke rumah,” paparnya.
Baca Juga: Aksi Mulia Justin Barki : Medali Emas SEA Games 2025 Dipersembahkan untuk Korban Bencana Sumut
Sejumlah Wilayah Tapanuli Tengah Masih Terisolir
Kondisi sulit tidak hanya dialami Desa Simaninggir. Kecamatan Sitahuis tercatat menjadi salah satu dari empat kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah yang akses jalannya masih sulit dilalui, selain Kecamatan Sibabangun, Tukka, dan Lumut.
Di wilayah tersebut, sejumlah desa dilaporkan masih terisolir akibat dampak banjir dan tanah longsor.
Desa Simaninggir bersama Desa Bonan Dolok, Naga Timbul, dan Kelurahan Nauli menjadi wilayah yang paling terdampak karena badan jalan amblas dan tertimbun material longsor di beberapa titik.
Kerusakan jalan ini tidak hanya menghambat distribusi bantuan logistik, tetapi juga menyulitkan akses warga terhadap layanan kesehatan, pendidikan, serta aktivitas ekonomi sehari-hari.
Hingga kini, warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat segera melakukan penanganan serius terhadap kerusakan infrastruktur, khususnya pembukaan kembali akses jalan utama, agar distribusi bantuan dapat berjalan lancar dan kehidupan masyarakat perlahan kembali normal. *****
Artikel Terkait
Terobos Hutan dan Bukit, Warga Tapanuli Tengah Tempuh 5 Jam Demi Bantuan Logistik
Aksi Mulia Justin Barki : Medali Emas SEA Games 2025 Dipersembahkan untuk Korban Bencana Sumut
Kawasan Wisata Guci Tegal Diterjang Banjir Bandang, Fasilitas Pancuran Alami Terdampak
Bencana Agam Sumbar Terkini : 192 Orang Meninggal, 72 Masih Hilang