Terobos Hutan dan Bukit, Warga Tapanuli Tengah Tempuh 5 Jam Demi Bantuan Logistik

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Kamis, 18 Desember 2025 | 14:41 WIB
seorang wanita yang rela berjalan menyusuri hutan dan gunung selama lima jam demi menjemput bantuan logistik - WartaPesona.com (Bangbara)
seorang wanita yang rela berjalan menyusuri hutan dan gunung selama lima jam demi menjemput bantuan logistik - WartaPesona.com (Bangbara)

WartaPesona.com – Medan ekstrem dan terputusnya akses jalan pascabencana memaksa warga di Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, menjalani perjuangan berat demi mempertahankan hidup.

Demi mendapatkan bantuan logistik, mereka harus mempertaruhkan keselamatan dengan berjalan kaki menyusuri kawasan pegunungan dan hutan, menghadapi berbagai risiko yang mengancam nyawa.

Kisah pilu namun sarat ketegaran ini terungkap melalui sebuah video yang diunggah akun TikTok @Apa Aja pada Rabu, 17 Desember 2025.

Dalam rekaman tersebut, seorang remaja putri menceritakan secara langsung bagaimana warga harus menempuh perjalanan panjang dan melelahkan hanya untuk menjemput bantuan pangan dari posko pengungsian.

Ia mengungkapkan bahwa jarak dan medan yang harus dilalui sangat berat. Untuk satu kali perjalanan pulang pergi, warga membutuhkan waktu hingga lima jam berjalan kaki.

Baca Juga: Keceriaan Kecil di Tengah Bencana, Bocah Pengungsi Aceh Tamiang Bersorak Terima Pakaian

Jalur yang mereka tempuh bukan jalan biasa, melainkan kawasan pegunungan yang curam, licin, dan dipenuhi hutan lebat.

“Lima jam pulang pergi kami,” ucap remaja tersebut dalam video, menggambarkan betapa jauhnya jarak yang harus ditempuh.

Kondisi fisik warga yang terbatas membuat mereka tidak sanggup membawa seluruh bantuan dalam satu kali perjalanan.

Beban berat beras dan logistik lainnya harus dipikul melewati tanjakan dan turunan terjal, sehingga mereka terpaksa mengambil keputusan berat dengan meninggalkan sebagian bantuan di tengah perjalanan.

Akibatnya, warga harus kembali lagi keesokan harinya untuk menjemput sisa logistik yang sebelumnya ditinggalkan.

Baca Juga: Akses Putus usai Banjir Bandang, Ibu Hamil di Sumbar Terpaksa Lewati Tebing Curam

Keputusan ini bukan tanpa risiko, namun terpaksa dilakukan demi memastikan keluarga di pengungsian tetap memiliki bahan pangan.

“Yang semalam kami tidak dapat, cuma kami jemput beras kami yang kami tinggalkan kemarin. Karena kami enggak sanggup bawanya,” jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X