Sambil tersenyum lega, pria itu menyampaikan pesan sederhana namun sarat makna kepada putranya melalui sambungan video call.
Baca Juga: Tak Minta untuk Diri Sendiri, Bocah Korban Banjir Aceh Ini Lebih Pilih Selimut untuk Ibunya
“Udah bisa nelpon, hubungi bapak ya,” ucapnya dengan suara bergetar.
Ucapan singkat itu mencerminkan kerinduan seorang ayah yang selama berhari-hari tidak bisa memastikan kondisi anaknya akibat terputusnya jaringan komunikasi.
Ia pun menutup percakapan singkat tersebut dengan ungkapan syukur karena koneksi internet akhirnya kembali tersedia.
“Udah bisa internetan, bisa terhubung sama keluarga,” pungkasnya.
Menurut keterangan relawan di lokasi, banjir yang melanda Aceh Tamiang sebelumnya menyebabkan sejumlah fasilitas umum terdampak, termasuk jaringan listrik dan telekomunikasi.
Akibatnya, para pengungsi kesulitan menghubungi sanak keluarga, baik yang berada di luar daerah maupun yang terpisah akibat proses evakuasi.
Pulihnya akses internet di beberapa titik pengungsian menjadi angin segar bagi para korban bencana.
Bagi mereka, layanan komunikasi bukan hanya sarana untuk memperoleh informasi atau bantuan, tetapi juga menjadi penyambung emosional yang sangat penting untuk menjaga kesehatan mental di masa krisis.
Baca Juga: Banjir Aceh Tamiang Sisakan Duka, Pengungsi Pilih Minta Mukena Demi Tetap Beribadah
Momen haru seorang ayah yang akhirnya bisa berbincang dengan anaknya ini pun menjadi gambaran kecil dari besarnya arti konektivitas di situasi darurat.
Di tengah keterbatasan logistik dan ketidakpastian, sebuah panggilan video mampu menghadirkan ketenangan, harapan, dan kekuatan untuk terus bertahan menghadapi hari-hari sulit pascabencana. *****
Artikel Terkait
Banjir Aceh Tamiang Sisakan Duka, Pengungsi Pilih Minta Mukena Demi Tetap Beribadah
Tak Minta untuk Diri Sendiri, Bocah Korban Banjir Aceh Ini Lebih Pilih Selimut untuk Ibunya
Dua Pekan Bertahan dengan Mie Instan, Pengungsi Aceh Tamiang Akhirnya Cicipi Nasi Padang
Usai Viral Aksi Angkut Beras di Sumbar, Menko Zulhas Tinjau Dampak Bencana di Aceh Utara