Cerita Pengungsi Pria di Aceh : Minim Pakaian Pria, Mereka Pakai Daster demi Bertahan di Udara Dingin

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Jumat, 12 Desember 2025 | 15:39 WIB
cerita korban bencana banjir bandang di Aceh yang terima bantuan pakaian yang kebanyakan wanita - WartaPesona.com (Medius News)
cerita korban bencana banjir bandang di Aceh yang terima bantuan pakaian yang kebanyakan wanita - WartaPesona.com (Medius News)

WartaPesona.com — Sudah lebih dari sepekan sejak banjir bandang dahsyat menerjang sejumlah wilayah di Provinsi Aceh pada akhir November 2025.

Ribuan warga masih bertahan di posko pengungsian, bergulat dengan kondisi serba terbatas dan cuaca malam yang menusuk dingin.

Di antara kisah pilu yang muncul dari lokasi pengungsian, sebuah video yang viral di media sosial memperlihatkan sisi lain perjuangan para penyintas, khususnya para pria yang terpaksa mengenakan daster dan hijab karena bantuan pakaian yang datang sebagian besar merupakan pakaian wanita.

Bertahan Hidup di Tengah Minimnya Kebutuhan Dasar

Keterbatasan air bersih, jaringan listrik yang belum pulih, serta akses jalan yang belum sepenuhnya bisa dilewati membuat para pengungsi hanya mengandalkan bantuan logistik dari pemerintah, relawan, dan masyarakat.

Banyak warga yang kehilangan rumah, harta benda, hingga hewan ternak yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka.

Rekaman yang beredar menunjukkan seorang pria paruh baya di sebuah desa pedalaman Aceh yang dengan tulus menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang datang.

Meski demikian, ia mengakui bahwa pakaian yang diterimanya sebagian besar adalah pakaian perempuan.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @undercover.id pada Rabu, 10 Desember 2025, pria itu tampak mengenakan daster dan kerudung, berdiri di depan kamera sambil mengucapkan rasa syukur.

“Terima kasih bantuan kalian, saudaraku,” ucapnya dengan nada haru.

Baca Juga: Jalan Tak Bisa Dilewati Kendaraan, Warga Bener Meriah Tempuh Perjalanan Melelahkan Demi Logistik

Demi Menghangatkan Diri di Malam yang Sangat Dingin

Cuplikan lain menunjukkan seorang pengungsi pria menyalakan tungku api sambil mengenakan daster dan jilbab hitam.

Dalam keterangannya, ia menyebut bahwa pilihan pakaian itu bukan karena bercanda ataupun ingin menarik perhatian, tetapi murni karena kebutuhan bertahan hidup.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X