Menteri Keuangan, Kepala BRIN, dan Wamen Koperasi Jadi Sorotan pada Hari Pertama Rapimnas KADIN 2025

photo author
Dinda Virgia Yurendira, Warta Pesona
- Senin, 1 Desember 2025 | 23:14 WIB
Menteri Keuangan Purbaya memaparkan kondisi ekonomi nasional dan tren suku bunga pada Rapimnas KADIN 2025 di Jakarta - WartaPesona.com (Dok. Kadin 2025)
Menteri Keuangan Purbaya memaparkan kondisi ekonomi nasional dan tren suku bunga pada Rapimnas KADIN 2025 di Jakarta - WartaPesona.com (Dok. Kadin 2025)

WartaPesona.com - Hari pertama Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) KADIN 2025 di Hotel Park Hyatt Jakarta, Senin (1/12), berlangsung dinamis dengan kehadiran tiga narasumber kunci pemerintah: Menteri Keuangan Purbaya, Kepala BRIN Arif Satria, dan Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah.

Ketiganya memberikan perspektif strategis mengenai arah kebijakan ekonomi nasional, inovasi riset, hingga penguatan koperasi dan UMKM menuju tahun 2026.

Menkeu Purbaya: Dorong Kredit, Perkuat Stabilitas Ekonomi

Dalam sesi pleno utama, Menteri Keuangan Purbaya memaparkan kondisi ekonomi Indonesia dan arah kebijakan fiskal tahun depan.

Ia menyoroti penempatan dana pemerintah di perbankan yang mampu menurunkan suku bunga dan memperluas akses kredit produktif.

Purbaya menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha akan menjadi faktor penentu dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah tekanan global.

Baca Juga: Kemenpar Gaspol Promosi 3B, Gaet Wisatawan Premium dari 4 Benua lewat Famtrip


Arif Satria: Riset dan Inovasi Jadi Pilar Pertumbuhan 2026

Kepala BRIN Arif Satria membahas peran riset dan inovasi sebagai penggerak daya saing nasional pada sesi paralel Rapimnas KADIN - WartaPesona.com
Kepala BRIN Arif Satria membahas peran riset dan inovasi sebagai penggerak daya saing nasional pada sesi paralel Rapimnas KADIN - WartaPesona.com (Dok. Kadin 2025)

Pada sesi paralel, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menyampaikan paparan mengenai pentingnya riset sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi.

Ia menekankan bahwa sektor usaha perlu terhubung kuat dengan ekosistem riset agar Indonesia mampu bersaing pada era industri berbasis teknologi tinggi.

“Riset harus melahirkan inovasi yang relevan bagi dunia usaha. Karena itu, kolaborasi pemerintah, akademisi, dan sektor swasta menjadi semakin penting,” ujarnya.

  Baca Juga: Prabowo ke Lokasi Banjir Tapanuli: BBM & Listrik Jadi Prioritas Utama

Farida Farichah: Penguatan Koperasi untuk Ekonomi Kerakyatan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dinda Virgia Yurendira

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

PWI Mengecam Pernyataan Hotman Paris Hutapea

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:45 WIB
X