-
Menangani korban dengan luka berat
-
Memberikan layanan kesehatan untuk anak-anak dan lansia
-
Melakukan pemeriksaan penyakit infeksi pascabencana
-
Membantu stabilisasi kondisi di pos-pos pengungsian
Beberapa wilayah dilaporkan telah kehabisan obat-obatan dasar sejak dua hari terakhir, sehingga pengiriman tenaga kesehatan menjadi urgensi utama.
Operasi Udara Diperluas : Cuaca Ekstrem Masih Jadi Tantangan
Meski sebagian jalur udara sudah dapat digunakan, kondisi cuaca yang dinamis masih membayangi proses evakuasi dan distribusi.
Hujan deras dan potensi awan tebal membuat pilot helikopter harus memilih rute alternatif yang lebih aman, meskipun memakan waktu lebih lama.
Namun demikian, Pangkodau I memastikan operasi terus berjalan intensif.
“Seluruh unsur pasukan, baik udara maupun instansi lain seperti Basarnas dan PLN, terus bekerja terpadu di bawah komando satuan penanganan bencana nasional,” tegas Muzafar.
Ia menyebut bahwa operasi udara masih akan berlangsung 24 jam dengan pola rotasi, menyesuaikan kondisi cuaca dan prioritas kebutuhan lapangan.
Pemerintah Pastikan Dukungan Penuh Hingga Fase Pemulihan
Dengan masih banyaknya pengungsian yang kekurangan pasokan harian, pemerintah pusat melalui TNI menekankan bahwa dukungan logistik, komunikasi, kesehatan, dan energi akan terus diperkuat.
Upaya rekonstruksi dan pemulihan awal siap dimulai begitu akses utama telah kembali terbuka.
Sementara itu, tim gabungan dari BNPB, Basarnas, Polri, Kementerian Sosial, serta berbagai lembaga dan relawan lokal terus melakukan evakuasi korban, pendataan kerusakan, dan layanan pengungsian.
Artikel Terkait
Banjir dan Longsor Beruntun di Pulau Sumatera : Pemerintah Percepat Evakuasi dan Pemulihan Akses
Kemenkes Intensifkan Respons Medis : Pos Kesehatan Lapangan Dibuka, Tim Ahli Diterjunkan ke Daerah Bencana
Cuaca Ekstrem Picu Bencana Beruntun, Pemerintah Kirim Logistik Besar hingga Teknologi Pemantauan
BNPB : Tantangan Terbesar Pemulihan Bencana Sumatera Ada pada Akses Jalan dan Komunikasi