Bantuan yang dikirimkan bukan hanya berupa kebutuhan pangan, tetapi juga berbagai perlengkapan pemulihan darurat.
Beberapa jenis bantuan yang diangkut helikopter meliputi :
-
Beras, makanan siap konsumsi, air bersih
-
Tenda pengungsian dan selimut
-
Perahu karet dan perlengkapan evakuasi
-
Peralatan listrik darurat
-
BTS portabel dari PLN untuk pemulihan jaringan komunikasi
“Jenis bantuannya itu yang dari PLN untuk emergency BTS darurat kemudian bahan-bahan pokok makanan,” ujar Muzafar.
Peralatan teknis dari PLN menjadi salah satu komponen paling penting, terutama karena jaringan komunikasi di sejumlah wilayah masih mati total akibat banjir dan longsor.
Dengan BTS darurat, komunikasi antara tim penyelamat, posko, dan pemerintah daerah dapat dipulihkan lebih cepat, mempercepat alur informasi dan evaluasi lapangan.
Baca Juga: Banjir dan Longsor Beruntun di Pulau Sumatera : Pemerintah Percepat Evakuasi dan Pemulihan Akses
Tim Medis Diprioritaskan untuk Daerah Terpencil
Selain logistik dan perangkat teknis, TNI juga fokus memperkuat layanan kesehatan. Tim medis dari RSPAD Gatot Soebroto telah diterbangkan menuju daerah-daerah yang mengalami kekurangan layanan kesehatan dasar.
“Tenaga kesehatan dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat sudah kita berangkatkan ke sana menggunakan helikopter karena butuh di daerah-daerah yang terisolir,” kata Muzafar.
Keberadaan tenaga medis ini sangat dibutuhkan, terutama untuk :
Artikel Terkait
Banjir dan Longsor Beruntun di Pulau Sumatera : Pemerintah Percepat Evakuasi dan Pemulihan Akses
Kemenkes Intensifkan Respons Medis : Pos Kesehatan Lapangan Dibuka, Tim Ahli Diterjunkan ke Daerah Bencana
Cuaca Ekstrem Picu Bencana Beruntun, Pemerintah Kirim Logistik Besar hingga Teknologi Pemantauan
BNPB : Tantangan Terbesar Pemulihan Bencana Sumatera Ada pada Akses Jalan dan Komunikasi