Menteri Pertanian Sebut Banjir Besar di Sumatera Tidak Berdampak Signifikan pada Produksi Padi, Mentan Amran : Cadangan Kita Sangat Kuat

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Jumat, 28 November 2025 | 16:53 WIB
Mentan Amran Sulaiman pastikan cadangan beras di wilayah terdampak bencana Sumatera aman - WartaPesona.com (PSP Pertanian - Kementrian Pertanian Republik Indonesia)
Mentan Amran Sulaiman pastikan cadangan beras di wilayah terdampak bencana Sumatera aman - WartaPesona.com (PSP Pertanian - Kementrian Pertanian Republik Indonesia)

Amran menjelaskan bahwa Aceh memiliki surplus beras mencapai 871.000 ton, sehingga penyaluran bantuan sebanyak 10.000 ton tidak akan mengganggu stabilitas stok lokal.

“Kita ada beras di Aceh. Aceh itu surplus 871.000 ton. Keluarkan 10.000 ton itu tidak masalah,” jelasnya.

Hal serupa terjadi di Sumatera Utara dan Sumatera Barat, yang menurut Amran juga masih memiliki cadangan cukup besar untuk menopang kebutuhan masyarakat, terutama selama masa tanggap darurat.

Kementan juga memastikan seluruh proses distribusi melibatkan unsur lintas instansi untuk mempercepat pergerakan bantuan.

“Ada Bulog yang lengkap, Satgas Bapan, TNI tim ini segera kita turunkan ke lapangan,” katanya.

Baca Juga: Banjir dan Longsor Beruntun di Pulau Sumatera : Pemerintah Percepat Evakuasi dan Pemulihan Akses

Instruksi Presiden : Pesawat Hercules dan A400 Dikerahkan

Percepatan bantuan tidak hanya dilakukan di sektor pangan. Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menjelaskan bahwa Presiden memberikan instruksi untuk mengerahkan empat pesawat angkut guna memastikan bantuan tiba tepat waktu, mengingat banyak jalan utama yang tertutup material banjir dan longsor.

“Presiden tadi malam menginstruksikan agar pagi ini diberangkatkan empat pesawat: tiga Hercules dan satu A400,” kata Teddy.

Pesawat-pesawat tersebut membawa berbagai kebutuhan darurat, mulai dari tenda hunian sementara, perahu karet untuk evakuasi, generator listrik, hingga perangkat komunikasi untuk memulihkan jaringan di wilayah yang masih terisolasi akibat bencana.

Teddy menegaskan bahwa aspek komunikasi menjadi perhatian serius pemerintah karena sejumlah titik terdampak mengalami pemadaman listrik dan hilangnya sinyal, sehingga menyulitkan koordinasi antara relawan dan tim SAR.

“Ada sekitar 100 perangkat komunikasi yang kita kirim agar jaringan di lokasi bisa dipulihkan secepat mungkin,” ujarnya.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Picu Banjir-Longsor di Sumut, Pemerintah Siapkan Langkah Penanganan Lanjutan

Koordinasi Lintas Instansi Diperkuat

Pemerintah menekankan bahwa penanganan bencana kali ini melibatkan koordinasi terintegrasi antara kementerian dan lembaga, seperti BNPB, Basarnas, Kementerian Sosial, TNI, hingga pemerintah daerah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X