Amran menjelaskan bahwa Aceh memiliki surplus beras mencapai 871.000 ton, sehingga penyaluran bantuan sebanyak 10.000 ton tidak akan mengganggu stabilitas stok lokal.
“Kita ada beras di Aceh. Aceh itu surplus 871.000 ton. Keluarkan 10.000 ton itu tidak masalah,” jelasnya.
Hal serupa terjadi di Sumatera Utara dan Sumatera Barat, yang menurut Amran juga masih memiliki cadangan cukup besar untuk menopang kebutuhan masyarakat, terutama selama masa tanggap darurat.
Kementan juga memastikan seluruh proses distribusi melibatkan unsur lintas instansi untuk mempercepat pergerakan bantuan.
“Ada Bulog yang lengkap, Satgas Bapan, TNI tim ini segera kita turunkan ke lapangan,” katanya.
Baca Juga: Banjir dan Longsor Beruntun di Pulau Sumatera : Pemerintah Percepat Evakuasi dan Pemulihan Akses
Instruksi Presiden : Pesawat Hercules dan A400 Dikerahkan
Percepatan bantuan tidak hanya dilakukan di sektor pangan. Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menjelaskan bahwa Presiden memberikan instruksi untuk mengerahkan empat pesawat angkut guna memastikan bantuan tiba tepat waktu, mengingat banyak jalan utama yang tertutup material banjir dan longsor.
“Presiden tadi malam menginstruksikan agar pagi ini diberangkatkan empat pesawat: tiga Hercules dan satu A400,” kata Teddy.
Pesawat-pesawat tersebut membawa berbagai kebutuhan darurat, mulai dari tenda hunian sementara, perahu karet untuk evakuasi, generator listrik, hingga perangkat komunikasi untuk memulihkan jaringan di wilayah yang masih terisolasi akibat bencana.
Teddy menegaskan bahwa aspek komunikasi menjadi perhatian serius pemerintah karena sejumlah titik terdampak mengalami pemadaman listrik dan hilangnya sinyal, sehingga menyulitkan koordinasi antara relawan dan tim SAR.
“Ada sekitar 100 perangkat komunikasi yang kita kirim agar jaringan di lokasi bisa dipulihkan secepat mungkin,” ujarnya.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Picu Banjir-Longsor di Sumut, Pemerintah Siapkan Langkah Penanganan Lanjutan
Koordinasi Lintas Instansi Diperkuat
Pemerintah menekankan bahwa penanganan bencana kali ini melibatkan koordinasi terintegrasi antara kementerian dan lembaga, seperti BNPB, Basarnas, Kementerian Sosial, TNI, hingga pemerintah daerah.
Artikel Terkait
Dampak Banjir–Longsor di Sumut Meluas, Pemerintah Susun Penanganan Darurat dan Pemulihan Infrastruktur
Cuaca Ekstrem Picu Banjir-Longsor di Sumut, Pemerintah Siapkan Langkah Penanganan Lanjutan
Banjir dan Longsor Beruntun di Pulau Sumatera : Pemerintah Percepat Evakuasi dan Pemulihan Akses
Kemenkes Intensifkan Respons Medis : Pos Kesehatan Lapangan Dibuka, Tim Ahli Diterjunkan ke Daerah Bencana
Cuaca Ekstrem Picu Bencana Beruntun, Pemerintah Kirim Logistik Besar hingga Teknologi Pemantauan