Cuaca Ekstrem Picu Banjir-Longsor di Sumut, Pemerintah Siapkan Langkah Penanganan Lanjutan

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Kamis, 27 November 2025 | 11:44 WIB
Jembatan terputus akibat banjir di Tapanuli Utara, Sumatera Utara. (BPBD Kabupaten Tapanuli Utara) - WartaPesona.com (indoposco.id)
Jembatan terputus akibat banjir di Tapanuli Utara, Sumatera Utara. (BPBD Kabupaten Tapanuli Utara) - WartaPesona.com (indoposco.id)

WartaPesona.com – Guyuran hujan ekstrem selama dua hari berturut-turut menggempur empat wilayah kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara : Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan pada Senin dan Selasa, 24–25 November 2025.

Intensitas hujan yang tak kunjung mereda memicu banjir bandang dan tanah longsor di puluhan titik, memutus akses antardaerah, merusak permukiman, serta mengganggu layanan komunikasi.

Dalam laporan resminya, BNPB menegaskan bahwa kondisi di lapangan masih dinamis dan sebagian akses vital terisolasi karena tumpukan material longsor.

BNPB Fokus Buka Akses dan Percepat Mobilisasi Bantuan

Kepala BNPB, Suharyanto, menyampaikan bahwa pemulihan jalur transportasi menjadi langkah pertama yang segera dikerjakan.

Terputusnya jalur dari Sibolga menuju Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Tarutung membuat distribusi bantuan logistik dan proses evakuasi melambat.

“Banyak titik di jalur antara Sibolga, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan terputus. Termasuk jalur menuju Tarutung. Ini akan dibuka satu sampai dua hari ke depan,” ucap Suharyanto dalam keterangannya saat meninjau penanganan bencana di Lumajang, Jawa Timur, Rabu, 26 November 2025.

Baca Juga: Dampak Banjir–Longsor di Sumut Meluas, Pemerintah Susun Penanganan Darurat dan Pemulihan Infrastruktur

Modifikasi Cuaca hingga Evakuasi Udara Disiapkan

Sebagai langkah percepatan, BNPB menurunkan armada udara karena akses darat belum sepenuhnya dapat dilalui. Helikopter Air Bus berkapasitas besar disiagakan untuk membantu evakuasi medis, distribusi logistik, dan mobilisasi tim SAR ke lokasi sulit dijangkau.

Selain itu, modifikasi cuaca direncanakan untuk mengurangi intensitas hujan pada wilayah terdampak.

“Satu helikopter airbus akan digeser untuk mendukung transportasi dan evakuasi. Kami juga akan mengirim pesawat fixed-wing jenis caravan untuk operasi modifikasi cuaca,” kata Suharyanto.

Banjir Bandang dan Longsor di Sibolga : Video Warga Perlihatkan Arus Deras Hantam Rumah

Dampak paling signifikan tercatat di Kota Sibolga. Dalam 48 jam, hujan tak berhenti mengguyur dan memicu arus banjir yang membawa lumpur, batang pohon, puing bangunan serta sampah rumah tangga.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X