Gibran menegaskan bahwa bencana yang melanda banyak wilayah bukan hanya akibat faktor alam, tetapi lebih sering merupakan dampak dari tindakan manusia.
“Kita melihat hal ini di Gaza, Ukraina, Sudan, dan Sahel, serta banyak wilayah lainnya, di mana konflik telah meruntuhkan rumah-rumah, merampas harapan, dan menghancurkan mata pencaharian,” ujarnya.
Ia kemudian mengajak pemimpin dunia untuk menempatkan prinsip kemanusiaan sebagai dasar pengambilan keputusan global.
“Dunia tidak boleh membiarkan penderitaan manusia yang dapat dicegah menjadi normal baru,” tegasnya.
Gibran juga menekankan pentingnya peran G20 sebagai kelompok yang mewakili 85 persen PDB dunia, sehingga memiliki beban moral untuk memimpin melalui contoh nyata.
“Pertumbuhan dan ketahanan harus menjadi dua sisi mata uang yang sama,” ujarnya.
Pernyataan ini dianggap banyak pihak sebagai sinyal bahwa Indonesia ingin memainkan peran lebih aktif dalam isu geopolitik dan kemanusiaan global
Promosikan QRIS di Forum Dunia & Sorot Pentingnya Intelijen Ekonomi
Selain isu konflik dan kemanusiaan, Gibran juga menonjolkan agenda nasional di sektor inovasi digital. Ia memperkenalkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai salah satu keberhasilan Indonesia dalam memperluas inklusi keuangan melalui teknologi.
“QRIS menunjukkan bagaimana solusi digital yang sederhana dan berbiaya rendah dapat mendorong partisipasi dalam perekonomian dan meminimalkan ketimpangan,” kata Gibran.
Ia kemudian menyinggung perkembangan teknologi finansial seperti aset kripto, token digital, dan platform fintech yang menghadirkan peluang ekonomi baru namun juga membawa risiko yang perlu diantisipasi.
Gibran mendorong G20 untuk membuka diskusi yang lebih terstruktur terkait intelijen ekonomi dengan konsep yang menekankan pentingnya kolaborasi informasi lintas negara dalam mengantisipasi gejolak ekonomi global.
“Indonesia mengusulkan agar G20 memulai dialog tentang intelijen ekonomi,” tandasnya.
Usulan ini menjadi salah satu poin menarik bagi media internasional karena memperlihatkan bahwa Indonesia ingin mendorong kerangka kerja baru yang belum banyak dibicarakan di forum global.
Indonesia Tampilkan Kepemimpinan Baru di Kancah Global
Artikel Terkait
Gibran Tampil di Forum Internasional Johannesburg, Sampaikan Komitmen RI pada Konektivitas dan Kemitraan Global