Baca Juga: Kemenpar Bersiap Luncurkan Indonesia Tourism Outlook 2025/2026
“Storytelling akan kami perkuat sebagai fondasi dalam membangun karakter produk dan perjalanan wisata. Ini penting agar para calon pengusaha dapat memahami kurasi produk yang sesuai dengan karakter destinasi,” tambah Menteri Widiyanti.
Upaya penguatan UMKM juga dilakukan melalui Badan Pelaksana Otorita di tiga kawasan prioritas yaitu Sumatra Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Yogyakarta.
Selain itu, melalui program kolaborasi lintas kementerian bertajuk S’RASA, Indonesia juga akan terus mendorong hadirnya restoran Indonesia di luar negeri sebagai bagian dari diplomasi kuliner.
“Kami akan memberi ruang lebih luas bagi UMKM dalam berbagai kegiatan pemasaran, termasuk program co-branding Wonderful Indonesia,” jelasnya.
Menurut Menteri Widiyanti, produk UMKM dan karya kreatif yang terhubung dengan pariwisata dapat membangun kedekatan emosional wisatawan mancanegara terhadap Indonesia.
Menanggapi paparan tersebut, Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay mendorong Kemenpar untuk merumuskan program kerja yang lebih rinci dan terstruktur, dengan fokus kuat pada pemberdayaan UMKM di sektor pariwisata.
Ia juga menyoroti besarnya potensi wisata berbasis komoditas lokal seperti kopi dan produk alam lain untuk memperkuat nilai ekonomi pariwisata.
Rapat kerja turut dihadiri Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ernawati (Ni Luh Puspa), Sesmenpar Bayu Aji, serta para pejabat eselon I dan II Kemenpar.*****
Baca Juga: Pemerintah Menyiapkan Strategi dalam Menghadapi Dampak Perubahan Iklim di Sektor Pariwisata.
Artikel Terkait
Suasana Hari Terakhir Museum Mini KRL Jalita: Antusiasme Pecinta Kereta Memenuhi Gerbong Bersejarah
Pemerintah Menyiapkan Strategi dalam Menghadapi Dampak Perubahan Iklim di Sektor Pariwisata.
Pariwisata Indonesia Semakin Menguat, Kunjungan Wisman Tembus 1,39 Juta pada September 2025
Kemenpar Bersiap Luncurkan Indonesia Tourism Outlook 2025/2026