Program Makan Bergizi Gratis Masuki Tahap Evaluasi, BGN Siapkan Strategi Percepatan Penyaluran

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Kamis, 13 November 2025 | 11:35 WIB
Kepala Badan Gizi Nasional - WartaPesona.com (InfoPublik)
Kepala Badan Gizi Nasional - WartaPesona.com (InfoPublik)

Baca Juga: Menelaah Usulan DPR untuk BGN Libatkan Sekolah dalam Penyajian MBG

BGN Tegaskan Pengawasan Ketat Demi Keamanan Pangan

Sementara itu, Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang menyoroti pentingnya aspek kualitas dan keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari jaminan mutu dan keamanan bahan pangan yang dikonsumsi masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk memastikan tidak ada lagi kejadian kecelakaan pangan seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Pengawasan bahan baku dan proses distribusi menjadi fokus utama kami,” kata Nanik.

Ia menjelaskan, pengawasan dilakukan melalui pemeriksaan berkala terhadap bahan pangan yang digunakan, termasuk uji kandungan gizi dan keamanan produk dari para pemasok. Selain itu, BGN juga bekerja sama dengan lembaga pengawas pangan daerah untuk memperkuat sistem pengendalian mutu.

“Keamanan pangan adalah fondasi dari program ini. Karena tujuan utama kita bukan hanya memberi makan, tetapi memastikan masyarakat mendapat asupan yang sehat dan aman,” ujarnya.

Dorong Partisipasi Lokal dan Keberlanjutan Program

Selain fokus pada pengawasan, BGN juga mendorong pelibatan pelaku usaha mikro dan komunitas lokal dalam rantai pasok program MBG. Langkah ini diambil agar manfaat ekonomi dari program turut dirasakan oleh masyarakat di sekitar wilayah pelaksanaan.

“Kami melibatkan UMKM lokal, koperasi, dan petani daerah agar mereka bisa berkontribusi dalam penyediaan bahan pangan. Ini bukan hanya tentang gizi, tapi juga tentang pemberdayaan ekonomi lokal,” ujar Nanik.

Menurutnya, keberlanjutan program akan sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor. BGN berharap, program Makan Bergizi Gratis dapat terus diperkuat baik dari sisi pendanaan, regulasi, maupun dukungan masyarakat.

“BGN ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan memberi manfaat nyata bagi kesehatan dan masa depan anak-anak Indonesia,” pungkasnya.

Dengan realisasi anggaran yang telah menembus 61 persen dan kebutuhan tambahan dana sebesar Rp29,5 triliun, BGN kini berada pada fase krusial dalam memastikan keberlanjutan program. Pemerintah diharapkan dapat memberikan dukungan penuh agar inisiatif nasional ini benar-benar menjadi langkah strategis dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

Baca Juga: MBG sebagai Pilar Ketahanan Bangsa: Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Investasi Gizi untuk Generasi Emas *****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X