Ringkasan :
- Istana memastikan pembentukan Tim Koordinasi Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Presiden Prabowo Subianto bukan untuk menggantikan peran Badan Gizi Nasional (BGN), melainkan untuk memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
- Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, ditunjuk sebagai Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi MBG berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 28 Tahun 2025.
- Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan bahwa BGN tetap menjadi pelaksana utama program MBG, sementara Tim Koordinasi berperan sebagai penghubung antarinstansi untuk memperkuat dukungan operasional.
Ringkasan di atas dihasilkan menggunakan AI.
WartaPesona.com - Pemerintah melalui Istana menegaskan bahwa pembentukan Tim Koordinasi Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Presiden Prabowo Subianto ditujukan untuk memperkuat Badan Gizi Nasional (BGN), bukan menggantikannya.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan, tim ini dibentuk untuk memastikan pelaksanaan program prioritas nasional MBG berjalan efektif, terkoordinasi lintas kementerian, dan sejalan dengan kebijakan Presiden dalam meningkatkan gizi masyarakat secara merata.
Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 28 Tahun 2025, Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang ditunjuk sebagai Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi MBG.
Baca Juga: Fenomena Fotografer Jalanan dan AI: Ketika Seni Jepretan Berbenturan dengan Privasi Publik
Penunjukan ini bersifat administratif dan hanya berlaku di lingkup tim koordinasi, tanpa mengubah struktur resmi BGN.
Tim tersebut akan menggelar rapat rutin untuk melaporkan progres kepada Presiden serta memastikan pelaksanaan program MBG berjalan optimal di seluruh daerah.
Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan bahwa BGN tetap menjadi pelaksana utama program Makan Bergizi Gratis, sedangkan Tim Koordinasi berperan sebagai penguat koordinasi antarinstansi dan fasilitator kebijakan.
Baik BGN maupun Tim Koordinasi sama-sama memiliki tanggung jawab pelaporan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto, sehingga implementasi program dapat berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai sasaran nasional dalam peningkatan kualitas gizi masyarakat Indonesia.***
Artikel Terkait
Journalism 360 Promedia 2025 Sambangi Bandung dan Tasikmalaya: Kupas Dunia Content Creator hingga Bisnis Media Digital
Fenomena Fotografer Jalanan dan AI: Ketika Seni Jepretan Berbenturan dengan Privasi Publik
PENTAS Borobudur: Ngangeni, Upaya Kemenpar Kembangkan Atraksi Budaya di Destinasi Prioritas
Istana Tegaskan Tim Koordinasi MBG Bukan Pengganti BGN, tapi Penguat Implementasi Program Makan Bergizi Gratis