“Sekitar 85 persen lulusan sudah bekerja, sementara lainnya melanjutkan studi, berwirausaha, atau menjadi freelancer di bidang pariwisata,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan kebanggaannya atas capaian Poltekpar Lombok yang baru saja meraih akreditasi “unggul” dari BAN-PT pada September 2025. “Capaian ini menjadi bukti komitmen kami dalam membangun pendidikan pariwisata berbasis inovasi dan kolaborasi,” tambah Ali.
Wisuda tahun ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, termasuk Sekretaris Kementerian Bayu Aji, Deputi Bidang SDM dan Kelembagaan Martini M. Paham, serta Kepala Biro Keuangan dan Perencanaan Norman Sasono.
Baca Juga: Kemenpar Dorong Wisata Kuliner Jawa Barat Lewat Buku 'Wisata Rasa di Bumi Pasundan'
Turut hadir pula para direktur Poltekpar dari berbagai wilayah Indonesia.
Menjelang wisuda, sehari sebelumnya (24/10), Wamenpar Ni Luh Puspa bersama jajaran Kemenparekraf mengunjungi Desa Wisata Bilebante di Lombok Tengah.
Dalam kunjungan tersebut, ia berinteraksi dengan masyarakat, menikmati minuman tradisional mulegati, dan berkeliling area persawahan menggunakan cidomo.
Kegiatan ini menjadi simbol dukungan pemerintah terhadap pengembangan desa wisata berkelanjutan yang memberdayakan masyarakat lokal.
Dengan semangat “green human capital”, Poltekpar Lombok kini menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan pariwisata yang siap melahirkan generasi unggul, berdaya saing global, dan berkomitmen menjaga keberlanjutan lingkungan demi masa depan pariwisata Indonesia.***
Artikel Terkait
Pelukan Hangat Prabowo dan Ramaphosa Warnai 31 Tahun Persahabatan Indonesia–Afrika Selatan
Wisata Budaya Penuh Pesona di Desa Gegesik Kulon Cirebon Jawa Barat, Surganya Seni Topeng dan Ukiran Jati
Touring Seru ke Jawa Tengah! Ini 5 Desa Wisata yang Wajib Dikunjungi Bikers Petualang
Webinar Transformasi Hijau: Strategi Mewujudkan Circular & Sharing Economy di Indonesia