Menilik Defisit APBN Rp321,6 Triliun hingga Agustus 2025 dan Tantangan Fiskal Pemerintah

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Selasa, 23 September 2025 | 06:53 WIB
Menkeu Purbaya melaporkan APBN 2025 mencatat defisit Rp321,6 triliun. (Instagrampyudhisadewa)
Menkeu Purbaya melaporkan APBN 2025 mencatat defisit Rp321,6 triliun. (Instagrampyudhisadewa)

Baca Juga: Istana soal Langkah Purbaya Manfaatkan Anggaran Gagal Terserap untuk Kebutuhan Lain: Memang Harus Dilakukan

Pendapatan dari perpajakan tercatat Rp1.330,4 triliun atau 55,7 persen dari outlook, turun 3,6 persen dibandingkan tahun lalu.

Dari jumlah tersebut, penerimaan pajak terkoreksi 5,1 persen menjadi Rp1.135,4 triliun atau 54,7 persen dari outlook.

Namun, tren berbeda terlihat pada penerimaan kepabeanan dan cukai yang justru tumbuh 6,4 persen dengan realisasi Rp194,9 triliun atau 62,8 persen dari outlook.

Adapun penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp306,8 triliun atau 64,3 persen dari outlook, tetapi turun tajam 20,1 persen secara tahunan.

Belanja Negara Tetap Tumbuh

Dari sisi belanja, realisasi hingga Agustus 2025 mencapai Rp1.960,3 triliun atau 55,6 persen dari pagu, naik 1,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1.930,7 triliun.

Belanja pemerintah pusat tercatat Rp1.388,8 triliun atau 52,1 persen dari outlook, juga tumbuh 1,5 persen.

Baca Juga: Menkeu Purbaya: Kembangkan Teknologi PLTS untuk Turunkan Tarif Subsidi Listrik

Jika dirinci, belanja kementerian/lembaga (K/L) turun 2,5 persen dengan realisasi Rp686 triliun atau 53,8 persen dari outlook.

Sebaliknya, belanja non-K/L naik 5,6 persen dengan realisasi Rp702,8 triliun atau 50,6 persen dari outlook.

Transfer ke daerah (TKD) mencapai Rp571,5 triliun atau 66,1 persen dari outlook, meningkat 1,7 persen dibandingkan tahun lalu.

Keseimbangan Primer Masih Surplus

Dengan perkembangan tersebut, APBN hingga Agustus 2025 masih mencatatkan surplus keseimbangan primer sebesar Rp22 triliun. Surplus ini menunjukkan penerimaan negara masih mampu menutupi pengeluaran di luar pembayaran bunga utang.

“Defisit APBN Rp321,6 triliun atau 1,35 persen dari PDB. Keseimbangan primer masih Rp20,6 triliun,” kata Purbaya.*

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Sumber: Promedia Teknologi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X