Merangkai Warna, Menembus Batas: Festival Seni Disabilitas 2025 Wujudkan Jakarta Inklusif

photo author
Anne Ardianti, Warta Pesona
- Rabu, 6 Agustus 2025 | 10:49 WIB
Wakil GUbernur DKI Jakarta - Rano Karno membuka acara Festival Seni Disabilitas 2025 Tingkat DKI Jakarta. (Foto: Jakarta.go.id)
Wakil GUbernur DKI Jakarta - Rano Karno membuka acara Festival Seni Disabilitas 2025 Tingkat DKI Jakarta. (Foto: Jakarta.go.id)

 

WartaPesona.com- Jakarta kembali menunjukkan wajah ramah dan inklusifnya lewat perhelatan Festival Seni bagi Penyandang Disabilitas Provinsi DKI Jakarta 2025, yang resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Rano Karno di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Selasa (5/8). Festival ini menjadi simbol nyata bahwa seni tak mengenal batas fisik maupun hambatan sosial.

Mengangkat tema “Semangat Berkarya Seni dalam Menyongsong 500 Tahun Kota Jakarta”, kegiatan ini menjadi wadah apresiasi bagi para penyandang disabilitas untuk menampilkan kreativitas, potensi, dan semangat mereka dalam berkarya seni.

"Seni menjadi jembatan antara keberagaman dan kesetaraan. Di sinilah para penyandang disabilitas membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi," ujar Rano dalam sambutannya.

Baca Juga: HUT ke-80 RI Jadi Pesta Rakyat: Karnaval Malam hingga Istana Terbuka untuk Masyarakat

Rano juga menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan dari semua pihak—mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga keluarga—agar para penyandang disabilitas dapat terus berkembang dan berkontribusi.

Menurutnya, seni adalah ruang ekspresi sekaligus terapi sosial yang mampu menumbuhkan rasa percaya diri dan kemandirian.

Festival yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh:

110 peserta Lomba Tari Kreasi Daerah (kelompok),

25 peserta Lomba Menggambar, dan

19 peserta Lomba Solo Vokal.
Semua peserta merupakan murid dari Sekolah Luar Biasa (SLB) dan peserta umum yang dikoordinasikan oleh Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial DKI Jakarta.

Baca Juga: Pesta Rakyat di Istana: Presiden Prabowo Buka Lebar Pintu Upacara 17 Agustus untuk Masyarakat

Tak hanya pertunjukan, festival ini juga menghadirkan bazaar UMKM serta pameran karya seni hasil pelatihan penyandang disabilitas dari lima wilayah kota administrasi, membuktikan bahwa pemberdayaan tidak berhenti di atas panggung saja.

“Kami ingin memastikan bahwa ruang inklusif seperti ini tidak hanya berlangsung saat festival, tetapi juga dalam kebijakan yang menyentuh pendidikan, pekerjaan, layanan publik, hingga transportasi,” tegas Rano.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X