Fenomena Gaya Hidup Paylater: Solusi Cerdas atau Jerat Finansial Baru?

photo author
Anne Ardianti, Warta Pesona
- Kamis, 31 Juli 2025 | 09:46 WIB
Ilustrasi - paylater. (Foto: Pinterest/@Inc. Magazine)
Ilustrasi - paylater. (Foto: Pinterest/@Inc. Magazine)

WartaPesona.com - Fenomena Paylater atau "beli sekarang, bayar nanti" tengah menjadi tren di kalangan masyarakat digital, terutama generasi milenial dan Gen Z. Berbagai platform e-commerce dan aplikasi keuangan berlomba menawarkan layanan ini sebagai solusi belanja instan tanpa perlu membayar langsung.

Sekilas terlihat menguntungkan, namun apakah benar-benar menjadi solusi atau justru menambah masalah baru dalam pengelolaan keuangan?

Kemudahan Paylater membuat banyak pengguna tergoda untuk membeli barang-barang di luar kemampuan finansialnya.

Baca Juga: Gaji Terbatas Bukan Halangan! Simak Cara Cerdas Menabung Meski Penghasilan Pas-pasan

Alih-alih menunda pembelian hingga memiliki dana cukup, Paylater memungkinkan pengguna untuk segera memiliki barang dan baru membayar di kemudian hari. Fitur ini memang menawarkan kenyamanan, namun juga membuka peluang terjebak dalam utang konsumtif.


Menurut data dari beberapa lembaga survei keuangan, penggunaan Paylater mengalami peningkatan signifikan dalam dua tahun terakhir.

Sayangnya, peningkatan ini juga dibarengi dengan tingginya angka tunggakan pembayaran dan rendahnya pemahaman tentang bunga serta denda yang berlaku.

Baca Juga: Cara Bijak Mengelola Keuangan Pribadi agar Hidup Lebih Teratur dan Aman


Psikolog dan pakar keuangan pun mengingatkan bahwa Paylater bisa berdampak pada perilaku konsumtif yang berkelanjutan.

Ketika seseorang merasa tidak perlu lagi mengeluarkan uang tunai untuk berbelanja, maka kontrol terhadap pengeluaran menjadi lebih longgar. Ini bisa menimbulkan ilusi seolah-olah memiliki daya beli lebih besar dari kenyataan.


Namun, bukan berarti Paylater sepenuhnya buruk. Jika digunakan dengan bijak dan penuh pertimbangan, fitur ini bisa menjadi solusi darurat atau alat bantu perencanaan keuangan jangka pendek.

Kuncinya adalah memahami skema pembayarannya secara detail, memastikan kemampuan membayar di masa jatuh tempo, dan membatasi penggunaannya hanya untuk kebutuhan penting.

Sebagai masyarakat yang semakin terkoneksi dengan teknologi, penting bagi kita untuk memiliki literasi finansial yang baik.

Jangan sampai kemudahan digital justru menjebak kita dalam siklus utang yang sulit diatasi. Bijak dalam menggunakan Paylater bukan hanya soal keuangan, tapi juga soal membangun masa depan yang lebih stabil secara ekonomi.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X